Pagi menjelang siang di jam mapel yang sepertinya jamkos itu para siswa jurusan IPS tahun akhir di sekolah mereka, SMA Adil Makmur Sejahtera berkumpul dengan gengnya masing masing. Alexia seperti biasa berkumpul dengan gengnya dengan wajah sangar dan eyeliner yang tampak sedikit banyak berantakan to fits her aesthetic.
Geng alt miliknya dengan ringan membahas tentang seberapa menyebalkannya geng milik Anissa, alias geng bengek. Tidak berbanding terbalik dengan yang dibicarakan, yaitu geng bengek yang sekarang juga membicarakan seberapa 'qUirKy' geng alt yang kerap menggunakan bahasa inggris.
"Bener bener nggak melokal." cibir Nabila, ajudan Anissa sejak mereka kelas 10.
" Iyaks, membagongkan sekali xixi~ apalagi lagu mereka ngga ada estetik estetiknya. Cemiwiw xixixi~" Putri menimpali dengan bengek.
Mereka tidak tahu saja kalo para ketua mereka ngelesbi
Anissa hanya fokus pura pura membaca buku 'tetes sedih' dan menyeruput boba —yang sebelum masuk kelas tadi Alexia belikan— sembari sesekali melirik kearah pacarnya. Sang gadis surai pink pun tidak berbeda jauh, dirinya terkadang menangkap lirikan netra cokelat terang Anissa dan tersenyum kearahnya, membuat pipi sang gadis berkerudung pashmina memerah malu.
Brakk-!
Tiba tiba saja pintu kelas dengan sangat tidak aesthetic didobrak oleh guru berkepala klimis dan seragam cokelat. "Pagi anak anak~!" sapa guru tua renta reyot itu sok asik.
"Pagi pak!!" serempak saja, satu kelas kecuali geng alt menjawab sapaan guru itu dengan wajah datar.
"Heh kalian," guru dengan nametag bertuliskan Saepudin itu menunjuk kearah geng alt. "Udah rambut macam anak anak ayam depan SD, ngga jawab salam dari guru pula?! Kalian ngga respek sama guru kayak saya atau gimana?! "
" You're literally almost an hour late and now you're telling us to respect you? Coba bapak balik keadaannya. Kalo murid yang telat sejauh ini pasti bapak omelin, kan? Masih syukur ngga kita omelin loh pak. " Alexia memainkan ujung rambutnya yang bercabang dengan bosan.
Maddie, teman dekat Alexia mengangguk setuju. " Respect is earned. Kalo bapak mau kita respek dan disiplin seenggaknya jadi contoh dong pak. " cengiran lebar terukir di bibir gadis rambut cokelat dengan choker hitam itu seiring dirinya menyenderkan kepala di bahu Alexia.
" Sopan sedikit sama guru, bisa nggak?!" Anissa menggebrak meja dengan kesal. Well, sebenarnya bukan kesal karena mereka tidak sopan sih.
Tapi kesal dan cemburu karena Maddie terlalu dekat dengan Alexia.
Cindy terbahak. " Ms. Gurl, did they picked you up yet? Stop being a 'pick me' girl and grow the hell out. Mungkin itulah kenapa lo pendek."
" Shh, udah. Jangan bawa bawa fisik." Alexia menghela nafas. Namun, seringai keji segera menggantikan ekspresi datarnya. "Soalnya kalo lo hina nanti mereka insinyur."
" Inkenyur kali!!"
" Arsitek!!"
" Kuli jawa!!" Reyhan, si badboy jamet sekolah menyeletuk membuat satu kelas tertawa menggelegar kecuali Putri yang masih tersinggung atas ucapan Alexia pada anggota gengnya.
Mari kita abaikan sejenak pak Saepudin yang kini sedang mengalami mental breakfast di pojokan kelas karena tidak ada yang mendengarkannya.
" Kalian- UDAH NGGAK TAHU DIRI NGEHINA GURU SEKARANG NGEHINA TEMEN SENDIRI?! " dirinya maju menghampiri Maddie dan menarik kerah seragam sang gadis berchoker itu.
Maddie dengan jijik menatap Putri. "Emang kenapa? Masalah, ya?"
"IYA LA—"
Brakk
Sekali lagi, pintu reot kelas 12 IPS-2 didobrak oleh seseorang. Kini, sang pelaku pendobrak adalah Mutia, 'kakak hitz' berliptint merah terang dan rok sangat amat ketat mencetak bokong ratanya. "Hai gays~! Maafx baru dateng, gue tadi ngepilox rambut dulu. Hihi~ biasa, awal bulan dikasih uang jajan sama Om Parman." Mutia mengibaskan rambut bercat oranye terang miliknya.
"Betewe ini ada apa sich kok ribtz begini?" sang gadis bersoftlens hampir menutupi seluruh bola matanya itu menaruh tasnya dengan aesthetic, mengabaikan fakta kalau dobrakan pintunya tadi membuat Putri terdorong kearah Maddie dan jatuh menimpa gadis surai cokelat itu di posisi yang sangat..
Uhh..
Membuat para cowok cowok kelas kini tersulap menjadi fotografer dadakan karena posisi cukup erotis Maddie dan Putri.
" Minggir lo. Jijik gue." dengan kasar, Maddie mendorong Putri hingga terjungkang dan terhempas ke belakang. "Apaan, sih?! Orang Mutia juga yang ngedobrak pintu sampe gue jatoh!"
Sang gadis surai cokelat bangkit dan berdiri. "Bacot. Gue bunuh lo."
Tidak bisa, dirinya tidak boleh kelihatan dekat dengan perempuan lain dihadapan Alexia. Jika tidak, nanti Lexia kesayangannya tidak akan tahu bahwa dirinya, seorang Maddison Robert menyukainya.
—padahal mah Alexia sedang saling mencuri pandang dengan Anissa di meja masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
bengek in red
RomanceBagaimana jadinya kalau ketua bengek hyung girl dan ketua alt girl berpacaran? Bukan hanya bengekers, tapi jameties dan kp juga?!!
