hlo trimakasi sdh mmbca crt yg penuh bumbu conetall-lisasi ini yyyy 😇🤝 im rly glad klo klian ska crtnya yyy hdhhh
sbg bonus apresiasi trhdp klian readers jmblo kspian here u go some steph x any pronouns Y/N. gue rekomendasiin juga buat dengerin lagunya men i trust yang judulnya show me how buat nambahin vibes halunya yyy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(kira kira beginilah kasarnya penampakan si stephanie dan kalo kalian mau bayangin suaranya, uhh- gatau, pokoknya agak maskulin gtu. and kalo kalian mau bayangin kl dia pk piercing or smth terserah aja. lets just say that shes my lovechild with nagito HAHAHAH. also, check out my art acc @misskunti_ and my main acc @sparkliemsie on Instagram!!)
★ ★★
"my thoughts err away tonight
my heart fell to love, again."
show me how-men i trust
★
Gabut.
Sepertinya satu kata itu cukup menggambarkan perasaan Y/N yang sedang menyandar ke pundak Steph yang kini mengerjakan tugas matematikanya. Sungguh beruntung remaja bersurai H/C itu memiliki pacar jenius -uhuk, bukan merk mbanking- yang siap sedia membantunya kapanpun ada tugas, kecuali sejarah.
Well, (he/she/they) dont really mind tho, karena kalau hanya sejarah masih ada brainly yang setia membantunya.
Tapi bukan itu masalahnya. Sepertinya jika diukur, tingkat kegabutan Y/N bisa melebihi 1 x 10^10000000000000 gabut-meter-persegi. Maka dari itu, remaja iris E/C itu kini menarik pelan ujung kaus si gadis poni ungu. "Stepphyy~" dirinya memanggil manja.
"Bentar, ya. Tugas lo dikit lagi beres, kok." Stephanie masih tidak mengalihkan tatapannya dari tumpukan soal matematika itu. Sebenarnya, salah Y/N juga sih karena dirinya bolos 8 pertemuan mapel matematika semester ini sehingga memiliki setumpuk tugas yang menggunung. "Ish, bukan itu.."
Selesai dengan soal terakhir, manik zamrud Steph kini beralih menatap iris berkilauan milik Y/N yang memantulkan cahaya lampu ruang tengah rumahnya. "Nah, beres. Sekarang mau ngapain?" gadis itu menangkup kedua pipi Y/N sambil tersenyum. "Gatau."
"Pantek."
"Jangan gitu dong hyung." Y/N terkekeh kecil sembari menirukan ucapan para hyungers dengan sarkas. Steph yang bukannya kesal malah memasang pose berpikir."Somehow you reminds me of Alexia's girlfriend. Siapa sih, namanya? Ayu?" kalimat tanya terlontar dari bibir pinkishnya polos.
"Anissa, anjing." kini giliran Y/N yang kesal karena sifat over-pelupa milik Steph. "Nah iya, itu. Oke, berhubung mereka berdua ga penting dan yang menurut gue penting tuh cuma lo, sekarang kita mau ngapain jadinya?"
"Uh.. Ga tau juga." Y/N tampaknya masih agak tersipu dengan ujaran Stephanie tadi. "Gimana kalo sesuatu yang wholesome aja?" rambut H/C milik Y/N tampak lembut menghias dengan sedikit berantakan di wajahnya seiring dirinya menyelesaikan kalimat ajakan itu.
Sebuah pemandangan yang cukup membuat Stephanie terkesima dan larut dalam lamunannya sebelum akhirnya gadis tinggi 172 cm itu membuka suara. "Stargazing aja, mau?"
"Emang nggak dingin?" Y/N melirik kearah jam yang menunjukan pukul 11 malam. Well, dirinya memang sedang menginap di rumah Stephanie untuk nugas malam minggu itu namun dirinya lupa membawa sweater. "Nggak lah. Lo pake jaket gue aja."
"Eh-? Nanti kalo lo yang dingin gimana?"
"Pake jaket yang lain kan bisa. Lagian, bisa meluk lo juga, kan?" Steph mengedipkan sebelah netranya flirty. Y/N terkekeh kecil. "okay then, if you say so." remaja itu lebih memilih menuruti perkataan sang gadis daripada besok nanti dirinya kehilangan abilitasnya untuk berjalan. Uhuk.
Steph menyengir lebar sebelum akhirnya pamit ke walk-in-closetnya untuk mengambilkan Y/N jaket tebal miliknya. "Nih." sekembalinya ia dari urusan perjaketannya, dirinya segera memberikan sebuah blanket hoodie bertema phroggie pada sang pacar.
"Ah- wow." Y/N mengamati hoodie itu sebelum akhirnya memakainya. "It smells exactly like you~ " kekehan kecil kembali terdengar keluar dari bibir pinkish Y/N sembari dirinya mengendus ngendus hoodie berukuran 5XL tersebut.
Sedikit banyak, Stephanie merasa tidak enak dan takut kalau bau parfum cokelatnya itu mengganggu penciuman Y/N. "Ah- sorry i-" permintaan maafnya terpotong ketika Y/N menempelkan telunjuknya di bibir tipis gadis itu. "Shh, udah, gapapa. Gue suka, kok."
"Well, oke deh kalo gitu." masih bertengger senyuman manis di bibir Steph seiring dirinya menggandeng jemari Y/N untuk menuju halaman belakang. "Sini," ajaknya sambil merebahkan diri di rerumputan berlatarkan langit malam penuh bintang itu pada Y/N.
Sekali lagi, Y/N mengangguk dan menuruti ucapan Steph dan tiduran di sebelah gadis itu sambil menikmati udara dingin malam hari mingggu tersebut. Iris E/C nya menatap kearah bintang bintang yang berkilauan. Kalau dirinya tidak salah ingat, seseorang pernah bilang padanya kalau langit malam bertabur bintang akan tampak lebih bersinar ketika ditatap bersama orang yang spesial.
Sepertinya ujaran orang itu benar.
"Steph,"
"Iya? Kenapa?"
"Is it just me or.. Langit malem ini.. Somehow looks so beautiful and.. Special.." tidak terdengar jelas maksud dari kalimat Y/N berkonteks pertanyaan atau pernyataan,namun ujaran ringan remaja itu membuat helaan nafas terdengar dari bibir Stephanie seiring kedua sudutnya terangkat manis. Jemari lentik berkuku palsu warna hitam milik Steph dengan lembut menyapa pipi Y/N membuat pemilik rambut H/C itu menoleh. "Langit malamnya mungkin emang mesmerizing. Tapi, menurut gue, masih kalah jauh sama lo."
"Eh-?"
"Menurut gue, manusia yang paling mempesona di muka bumi ini tuh lo. And no one can change my mind. You're literally so gorgeous and perfect, and im still wondering, is it even possible for someone to have those mesmerizing eyes like you yang selalu bikin gue jatuh dalam pesona kapanpun gue ngeliatnya? Ah. Kalau kata si Senku dari Dr. Stone, kayaknya 10-miliar-persen nggak mungkin. "
Senyum manis masih bertengger anteng di bibir Steph seiring jemarinya kini menyentuh pelan bibir Y/N yang bergetar terharu. Sang gadis menghembuskan nafas sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya. "Dan.. Senyum lo itu, damn, even Leonardo da Vinci nggak akan bisa ngelukisin seberapa indahnya senyuman lo. " Steph mengecup singkat pipi Y/N.
"Te quiero mucho, mi mas querida esperanza."
Ah. Jadi seperti ini, ya, rasanya jatuh cinta? bunga bunga serasa bermekaran didalam dada, pipi dipenuhi semburat merah merona. Sebuah perasaan suci yang tak jarang orang orang nodai hanya untuk kepuasan nafsu sendiri. Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku untuk Steph dan Y/N karena mereka berdua terikat tali asmara.
hopeless romantic.
—Fin—
★ ★ ★
A/N
ok mmf klo oneshoot ini cringey soalnya ini based on pengalaman saya sm mantan 🙏😀 (stargazing nya doang sih, bagian ngerjain prnya murni ide)
dan lagi, karena pekan depan sy PTS jg, jd sptny upnya gaakan tiap hari n bakal tergantung bgt sm jadwal sy 😹💔
kalian hrs smgt yyyy PTS nya. anggep aja ch ini sbg 'penyemangat' buatt kalian pts hdhh ok slam sjhtera bgi para botita ☝️😼🌹💯🆖🆎‼️