Happy reading!!😊😊
16.50 wib.
Tak terasa sekarang sudah sangat sore. Matahari juga sudah mau tenggelam dan akan berganti dengan bulan. Aldo dan Vera juga sedang berjalan keluar dari Dufan. Dengan tangan yang saling menggenggam dan senyum bahagia terukir di wajah kedua nya. Aldo dan Vera sangat senang bisa liburan bersama di akhir pekan ini walau tak terencana. Apalagi untuk Aldo, ia akhirnya bisa merasakan kembali apa itu bahagia. Bisa bersenang-senang bersama dengan Vera sudah menjadi kebahagiaan terbesar untuk dirinya.
Aldo melihat genggaman tangannya yang menggenggam tangan Vera kemudian melihat wajah Vera. Aldo tersenyum mendengar Vera yang bersenandung.
Saya cinta sama kamu Ra Selamanya, ujar Aldo dalam hati. Aldo berjanji tidak akan pernah melepaskan Vera lagi. Ia akan terus menggenggam tangan ini hingga dipisahkan langsung oleh maha kuasa.
"Abis ini kamu mau makan apa Ra? " Tanya Aldo saat hendak memakai helm full facenya.
"Hmm, saya pengen lalapan pak, udah lama gak makan itu" Jawab Vera yang membuat Aldo terkikik.
"Gak mau makan yang lain? Makan steak atau sushi gitu? " Tanya Aldo menawarkan.
"Gak mau, saya pengen itu, oh iya sekarang giliran Vera yang traktir ya? Mumpung murah, hehe"
"Traktir? Gak Ra, masa kita makan bareng kamu yang bayar? " Aldo heran dengan Vera. Apa Vera sedang meragukan isi dompetnya sekarang?
"Iya pak, saya pengen sekali aja bayarin bapak, masa bapak terus yang keluar uang? "
"Ra, saya udah kerja, saya mampu untuk itu jadi cukup saya-"
"Gak mau, pokoknya Vera yang bayarin sekarang! " Potong Vera cepat. Aldo yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya. Ia tidak mau ambil ribut karena ia tahu bila Vera nanti sudah mengancam, dan ancaman itu tidak akan main main.
"Iya Ra" Aldo menaiki motornya dan mulai menyalakan mesin. Vera tersenyum mendengar ucapan Aldo yang pasrah dengan dirinya. Vera ikut menaiki motor trail Aldo dan langsung memeluk perut Aldo. Aldo tersenyum dibalik helm full facenya, dan mulai melajukan motor trailnya.
"Bapak mau makan apa? " Tanya Vera kepada Aldo yang hendak duduk dikursi plastik yang tersedia di warung lalapan pinggir jalan yang mereka kunjungi.
"Lele sama tempe tahu aja Ra" Jawab Aldo, Vera. Mengangguk dengan jawaban Aldo.
"Mas! Lelenya satu, bebek goreng satu,tempe tahunya dua,nasinya dua ya! " Pesan Vera kepada penjual warung lalapan tersebut.
"Minumnya apa mbak? "
"Minumnya apa pak? " Tanya Vera lagi kepada Aldo.
"Teh manis anget aja Ra" Jawab Aldo.
"Teh manis angetnya satu, sama es jeruknya satu ya! " Sang penjual lalapan tersebut mengacungkan jempol nya kepada Vera. Vera juga membalas mengacungkan jempol nya kearah penjual lalapan tersebut.
Vera duduk disamping Aldo dan mulai mengeluarkan handphone nya dari dalam tas selepangnya.
Vera membuka galeri dan melihat lihat foto yang diambil oleh Aldo. Vera tersenyum melihat hasil foto Aldo. Sangat bagus sekali. Kemudian Vera melihat foto dirinya bersama Aldo. Vera menggigit jarinya melihat foto tersebut. Foto dimana Aldo yang menatap dirinya dan dirinya tersenyum kearah kamera dengan latar menara Dufan.
"Liat apa Ra? " Tanya Aldo yang sedari melihat kearah Vera sambil menopang kepalanya dengan tangannya.
"Haa? Ini liat liat foto" Jawab Vera. Aldo mendekati kepalanya kearah Vera, ia ingin lihat ke handphone Vera. Detik berikut nya Aldo tersenyum, medapati foto dirinya dengan Vera.
KAMU SEDANG MEMBACA
Exchange
RomanceSeorang gadis SMA yang memiliki kelakuan yang tak sewajarnya gadis gadis lain lakukan. Suka kopi hitam, menaiki motor ninja, membaca berita seputar masyarakat, beladiri, olahraga, dll. Dia Anastasia Aloevera. Aldo Putra Winata.Seorang polisi yang...
