46 - How to Chase A Swallow

316 33 6
                                        

Hai, sayang~ Hanya ingin quick update karena tidak sempat, jadi Selamat Tahun Baru Imlek, ya! Semoga kemakmuran selalu ada pada kalian yang merayakan, dan yang memeriahkan diberikan panjang umur serta keberkahan. Ditingkatkan lagi toleransinya. Maaf menunggu sampai karatan seperti di buku Doppo!Harem saya.

Happy reading. Enjoy!

.
.
.

“Ugh, bosannya.”

Jin Ling mendesah capek dan sambil bertopang dagu di atas lutut kirinya. Di atas cabang pohon yang cukup tinggi, ia bertengger menatap situasi nan jauh di sana.

 Di atas cabang pohon yang cukup tinggi, ia bertengger menatap situasi nan jauh di sana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hutan rimbun membentang luas sepanjang mata memandang. Meski terik, tapi rimbunnya pepohonan membuat suasana rindang dan angin menyejuk.

Bisa-bisa Jin Ling malah ketiduran kalau lama duduk di sini.

Misi mandiri selain pembasmian mayat ganas di Cloud Recesses berasal dari banyaknya permintaan dari para penduduk, dan akan dibayar dengan uang atau pangan sesuai imbalan tertulis.

Sebenarnya, tidak harus sampai bersusah payah pun ia bisa menyuruh anak buah Lanling Jin untuk membantunya.

Tapi kali ini sang pemuda Lanling yang ingin melakukannya tanpa ada bala bantuan.

Misi mandiri kali ini sederhana: ia harus mencari burung piaraan untuk memenuhi permintaan langsung dari seorang saudagar mitra Gusu Lan. Burung itu kabur dari kandang karena sarangnya tidak sengaja terbuka, menimbulkan keresahan sang majikan.

Pemiliknya adalah laki-laki berusia lansia yang punya seorang cucu perempuan. Usia sekitar sembilan tahun dalam masa aktif bermain, dan burung itu dihadiahkan pada si gadis muda sebagai hadiah ulang tahun.

Bahagia dengan pemberian kakeknya, bocah itu merawat dengan sepenuh hati burung tersebut. Bulunya indah, ramping, dan berparuh panjang. Biasanya dikasih bunga dan biji-bijian segar, bahkan kandangnya cukup luas untuk seekor unggas.

Tapi dasarnya memang anak kecil, kadang ada teledornya. Jadi ketika ada kesempatan, burung itu akhirnya menghirup udara kebebasan setelah berada di dalam kandang kayu yang memuakkan.

Purple Lotus DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang