Canva Cover
Fanarts included in the books goes back to its respective creators!
[Keseharian Jiang Cheng sebagai Pemimpin Sekte Jiang di Yunmeng berjalan seperti biasa dan normal. Sudah semestinya begitu, dan hanya itulah yang ia inginkan selain meng...
Hai, sayang~ Hanyaingin quick update karenatidaksempat, jadi Selamat TahunBaruImlek, ya! Semogakemakmuranselalu ada padakalian yang merayakan, dan yang memeriahkandiberikanpanjang umur sertakeberkahan. Ditingkatkanlagitoleransinya. MaafmenunggusampaikaratansepertidibukuDoppo!Harem saya.
Happy reading. Enjoy!
. . .
“Ugh, bosannya.”
Jin Ling mendesah capek dan sambil bertopang dagu di atas lutut kirinya. Di atas cabang pohon yang cukup tinggi, ia bertengger menatap situasi nan jauh di sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hutan rimbun membentang luas sepanjang mata memandang. Meski terik, tapi rimbunnya pepohonan membuat suasana rindang dan angin menyejuk.
Bisa-bisa Jin Ling malah ketiduran kalau lama duduk di sini.
Misi mandiri selain pembasmian mayat ganas di Cloud Recesses berasal dari banyaknya permintaan dari para penduduk, dan akan dibayar dengan uang atau pangan sesuai imbalan tertulis.
Sebenarnya, tidak harus sampai bersusah payah pun ia bisa menyuruh anak buah Lanling Jin untuk membantunya.
Tapi kali ini sang pemuda Lanling yang ingin melakukannya tanpa ada bala bantuan.
Misi mandiri kali ini sederhana: ia harus mencari burung piaraan untuk memenuhi permintaan langsung dari seorang saudagar mitra Gusu Lan. Burung itu kabur dari kandang karena sarangnya tidak sengaja terbuka, menimbulkan keresahan sang majikan.
Pemiliknya adalah laki-laki berusia lansia yang punya seorang cucu perempuan. Usia sekitar sembilan tahun dalam masa aktif bermain, dan burung itu dihadiahkan pada si gadis muda sebagai hadiah ulang tahun.
Bahagia dengan pemberian kakeknya, bocah itu merawat dengan sepenuh hati burung tersebut. Bulunya indah, ramping, dan berparuh panjang. Biasanya dikasih bunga dan biji-bijian segar, bahkan kandangnya cukup luas untuk seekor unggas.
Tapi dasarnya memang anak kecil, kadang ada teledornya. Jadi ketika ada kesempatan, burung itu akhirnya menghirup udara kebebasan setelah berada di dalam kandang kayu yang memuakkan.