Sudah beberapa musim berlalu setelah pernikahan Lan Qiren yang menjadi bujang lapuk terlaksana. Dengan seorang guru wanita bernama Lan Ruhi sebagai jodohnya, kedua insan menjalani pernikahan yang terlihat langgeng dan manis meski di umur yang tidak muda dan prima lagi.
Namun tak ada yang tahu, jika jiwa Lan Ruhi sebenarnya adalah jiwa dari Wen Ruohan. Setelah bangun dari kematian hampir dua dekade, sang tirani mencoba menyesuaikan diri untuk bertahan hidup. Meski bukanlah karakter asli dan harus menirukan karakter dingin sang wanita pemegang tubuh asli, Wen Ruohan harus mencoba dan berpura-pura bermain peran di depan orang yang tak mengetahui fakta tersebut. Kecualikan Lan Qiren dan beberapa orang yang tahu, maka ia bisa bersikap sewajarnya meski tak bisa sesantai seperti dahulu. Pengajaran dan peraturan Cloud Recesses mulai menjadi kebiasaan tersendiri setelah mulai adaptasi menjadi wanita dan istri dari Lan kedua senior.
Di satu sisi lain, Lan Qiren yang pertama kali mengetahui bahwa dirinya telah kembali pun langsung melamarnya pada saat Festival Gusu. Berbagai alasan ditulis dalam daftar ‘Membuat Wen Ruohan Supaya Tidak Mati Lagi’ agar pria tersebut bisa menikahinya dan mengamankannya dari orang-orang yang kurang kerjaan serta haus akan kekuasaan dengan embel-embel nama Wen.
Memang bukanlah hal yang salah. Teror dan ketakutan dari klan Qishan Wen telah lama berlalu dan dunia kultivasi masih bertahan dengan empat sekte besar yang mengurusi beserta dibantu oleh beberapa klan kecil yang setia untuk membangun diplomasi. Namun bayang-bayang semu tersebut tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti ada yang menemukan jejak terbaru dari klan Wen, maka bisa dipastikan kalau dunia kultivasi akan terguncang dan pembasmian fase lanjut pasti terjadi.
Dan Wen Ruohan tak mau hal merepotkan semacam itu terjadi lagi.
Memahami kekhawatiran orang yang disayanginya dan tak boleh bertindak seperti kehidupannya yang terdahulu, lelaki Wen tersebut bukanlah orang yang bodoh untuk tidak memahami keadaan. Semua kekacauan demi kekuasaan semata hanyalah keegoisannya untuk menguasai dunia setelah tidak dapat menjadikan Lan Qiren miliknya.
Ya. Mencengangkan, bukan?
Semua kekacauan dan sifat sadisnya ditumpahkan kepada dunia hanya karena kemarahan dan kerakusannya tak terwujud untuk menjadikan Lan Qiren sebagai pasangan kultivasi. Itu hanyalah satu dari segelintir alasan rahasia mengapa Wen Ruohan menjadi jahat. Diplomasi dan pemerintahannya juga tercemar akan sifat tirani Wen Ruohan yang muncul setelah menikahi wanita yang dijodohkan padanya. Mereka kira bisa menghalanginya dengan pernikahan politik, tapi tidak mempan. Justru itu berbalik menyerang orang-orang yang menghalangi kekuasaan Wen Ruohan yang hendak dibonekakan.
Pada akhirnya, dunia kultivasi mulai tunduk pada klan Wen dari Qishan setelah Wen Ruohan naik tahta dan semakin sadis dalam membuat kebijakan. Hubungan dengan para kepala sekte lainnya juga seperti jauh dari kata bersahabat. Dekat pun tak bisa sama sekali selain dengan dua pilihan:
Menjadi boneka yang siap dimainkan atau dimusnahkan menjadi abu.
Tapi sekarang itu adalah masa lalu kelam baginya. Telah ia tinggalkan seluruh ingatan tersebut di tubuh yang telah terkubur oleh tanah serta api. Mendapatkan kehidupan kedua seperti Wei Wuxian membuatnya membuka mata kembali pada kesempatan dihadapan.
Ia bisa berdampingan bersama orang yang dicintainya tanpa memikul beban berat di pundak, menyaksikan keturunan terakhir Wen—Wen Yuan yang sekarang jadi Lan Sizhui—menjalani hidup damai meski memakai nama Lan, serta melihat dunia lebih jelas tanpa memendam kesumat. Meski dengan menjadi wanita, namun ia tahu keadaannya seperti apa.
Semuanya telah berubah.
Yang jelas, dirinya akan menikmati hidup kedua dengan sepenuh hati.
Pintu ruangan terbuka, menampakkan seorang pria di usia kepala lima yang masuk membawakan nampan berisikan dua gelas teh dan tekonya beserta sepiring cemilan kue beras yang manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Purple Lotus Diary
FanfictionCanva Cover Fanarts included in the books goes back to its respective creators! [Keseharian Jiang Cheng sebagai Pemimpin Sekte Jiang di Yunmeng berjalan seperti biasa dan normal. Sudah semestinya begitu, dan hanya itulah yang ia inginkan selain meng...
