14 - Wanted Dead or Alive

828 104 4
                                        

Persiapan perjalanan telah dilakukan, dan para kultivator yang dibutuhkan sebagai anak buah telah dikumpulkan. Maka dengan begitu, ketiga sekte tersebut memulai perjalanan ekspedisi kecil menuju tempat yang dituju.

Tempat perkara kejadian beberapa hari yang lalu; hutan perbatasan wilayah Gusu dan Qinghe.

Lokasi tersebut telah disterilkan dan dipersiapkan. Di tempat itulah di mana telah memakan banyak korban luka dalam waktu yang singkat. Kekuatan yang menyerang mereka pun tak ada yang tahu, bahkan makhluk jenis apa yang yang sampai membuat seluruh Cloud Recesses geger pun tak ada yang bisa melihat bagaimana bentuknya.

Hanya perkataan spekulatif yang terngiang di pikiran setiap murid muda ketika menyaksikan bagaimana rupanya.

Besar. Hitam. Gelap.

Deskripsi yang mendasar itulah yang membuat Jiang Cheng sedikit yakin jika mimpinya adalah pertanda dan bukan bunga tidur semata.

Kepalan tangannya semakin mengeras, frustasi dalam benak kala mempercepat kekuatannya dalam menerbangkan Sandu yang dipijakki.

Nie Huaisang yang menumpang dan berpegangan di belakangnya hanya bisa bungkam karena tak mau memperkeruh suasana yang tegang sedari pagi mereka berangkat.

Kala lembayung mulai menampakkan diri, kelompok ekspedisi kecil tersebut turun ke tempat kejadian perkara.

Jiang Cheng memperintahkan untuk berpencar mencari petunjuk yang bisa didapatkan, dan dimulailah para anak buah bertebaran di seluruh penjuru hutan.

Nie Huaisang membuka kipasnya sambil melihat ke sekeliling. Beberapa pohon roboh dan banyak ajimat pelindung bertebaran di sekitar.

"Jika semuanya diserang bersamaan, makhluk itu pasti sangat kuat..."

Dengan sampai melukai Jin Ling dan anak-anak lain, dan membuat energi gelap yang sampai bisa berdampak besar daripada kekuatan Wen Ning. Meski pun mencoba melawan tapi pasti akan tetap kalah.

Nie Huaisang mendekati Jiang Cheng yang sudah bersiap dengan Sandu di tangan kanan.

"Jiang-Xiong, kau yakin di sini tempatnya?"

"Buat apa kita di sini kalau bukan tempatnya, bodoh?"

Sang pria Yunmeng menatap ke area lainnya. Tak ada tanda dari makhluk tersebut sejauh ini. Apakah memang akan menyerang dalam gelap atau saat selesai matahari terbit—mereka pun tak tahu.

Namun yang dipasti, hutan yang mereka jejakki sekarang dalam sekejap mulai menampakkan sisi kesunyiannya yang tak terkira.

Heningnya bagai tak terbayangkan dalam lubuk jiwa, hutan mana yang lebih hening daripada wilayah perbatasan Gusu-Qinghe?

Gendang telinga Jiang Cheng menangkap suara yang familiar.

Matanya melirik pada kedua rekan sektenya dan disambut anggukan pelan.

"Semuanya, bersiap dalam posisi." Lan Xichen memperingatkan pada semuanya untuk berhati-hati, mengeluarkan Shoyue saat itu juga.

Nie Huaisang menyarungkan kipasnya, menghela nafas dan mengeluarkan Huizhi dari sarungnya, tak pernah dia membayangkan kalau dirinya akan melawan makhluk mengerikan dengan pedang baru tersebut.

Yang dia tahu sekarang, semua orang yang ada di sini telah berani menantang maut kepada makhluk mengerikan yang telah muncul di hadapan mereka saat ini dengan raungan kencang.

Yang dia tahu sekarang, semua orang yang ada di sini telah berani menantang maut kepada makhluk mengerikan yang telah muncul di hadapan mereka saat ini dengan raungan kencang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Purple Lotus DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang