18 - Sect Guest: Bai Zhan Peak Lord

695 87 6
                                        

Diantara banyaknya anak buah yang terluka akan bogeman di tanah dan terkapar dengan tak elitnya, Jiang Cheng menyipitkan matanya-mencoba fokus untuk mengenali siapa orang yang dengan brutalnya memasukki daerah kekuasaan.

"Ah!"

Terkaget, sang pria berbadan besar tersebut menoleh-langsung menatapnya tajam ketika akhirnya bertemu pandang dengan Jiang Cheng.

Yang bersangkutan menyeringai dengan perasaan senang.

"Lama tak bertemu, Sandu Sengshou."

Tak bisa dipercaya, bahkan ia sendiri juga tidak menyangka kalau akan kedatangan tamu seperti dirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak bisa dipercaya, bahkan ia sendiri juga tidak menyangka kalau akan kedatangan tamu seperti dirinya.

Jiang Cheng bergumam heran, "Liu Qingge? Apakah itu kau...?"

Ya. Liu Qingge datang sebagai tamu tak diundang yang telah menghajar anak buah Yunmeng Jiang.

Pria yang menjabat sebagai Tuan Puncak Bai Zhan tersebut menghadap padanya. Tangannya menyabukkan pedang yang masih ada di dalam sarung dan berjalan menghampiri ketiganya.

"Kau sungguh dingin dalam menyambut tamu, Tuan Jiang. Aku dibilang tak boleh masuk tanpa undangan." sahutnya arogan sambil melangkah dengan badan tegap.

Jiang Cheng langsung menyeringai tipis, menatapnya tajam. "Tentu saja, ini bukanlah hutan liar seperti dekat Puncak-mu."

"Jiang-Xiong. Kalau boleh tahu, bisakah anda mengenalkan tuan ini pada saya dan Zewu-jun?" Nie Huaisang yang sedari tadi penasaran langsung menyeletuk ringan.

Sadar kalau masih ada keduan rekannya, maka dengan segera Jiang Cheng memperkenalkan diri sang kenalan.

"Perkenalkan, ini Liu Qingge. Dia adalah kenalan lamaku sekaligus Tuan Puncak Bai Zhan di Gunung Cang Qiong. Kami bertemu saat rapat banding ke luar wilayah."

Pada awalnya mereka memang tak akrab, namun setelah mengenal satu sama lain ternyata cukup punya banding saing yang sama dalam teknik bertarung. Visi dan misi yang mirip, serta keras pada moral kehidupan. Beberapa orang bahkan mengatakan kalau keduanya bagai pinang dibelah dua. Sama-sama keras dan tanpa ampun pada musuh, membuat keduanya merupakan contoh lawan yang sepadan. Singkat cerita, semuanya berakhir dengan Jiang Cheng dan Liu Qingge yang berhubungan baik sampai sekarang.

"Suatu kehormatan bagi kami bisa berkenalan dengan anda, Tuan Liu." Lan Xichen menyapa dengan ramah dan penuh ketenangan, sementara Nie Huaisang menyapa juga walau terlihat gugup karena auranya mirip dengan Jiang Cheng.

Liu Qingge mengangguk sambil membungkuk memberi hormat dengan tegas, walau dalam hati merasa kalau aura mereka cukup mirip dengan orang-orang yang dirinya kenal. Dia lupa siapa saja.

Namun saat melihat kipas motif milik Nie Huaisang, dirinya sedikit mengeryitkan dahi dengan kesal. Nie Huaisang yang mengira ditatap olehnya menciut menunduk takut, sementara Jiang Cheng menyeletuk karena kenalannya hanya diam saja.

Purple Lotus DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang