44. Pembelajaran Hidup

455 99 33
                                        

Mirae membuka mata dan menelisik sekitar.

Biasanya ada mama atau Hyunjae yang akan duduk di kursi sebelah ranjangnya, atau sesekali bahkan tidur di sampingnya.

Tapi sore ini, nggak ditemukannya dua orang terkasihnya itu.

Ah, mungkin mama lagi ada urusan lain, dan Mas Hyunjae belum pulang dari kantor.

Begitu batin Mirae.

Dan sebenarnya memang begitu kenyataannya.

Mirae menghela nafas, ini udah hari ke sekian ia menjalani pengobatan. Rasanya lebih baik daripada sebelumnya. Tetapi tetap, rasa tersiksa itu ada. Mulai dari fisik yang lemah, hingga batin yang ikut lemah.

Mirae merasa mentalnya terjatuh begitu saja. Bukan hanya karena frustasi atas keadaan tubuhnya yang begitu sakit, tetapi juga karna sedih melihat Hyunjae yang bekerja terlalu keras hingga cowok itu lupa menjaga kesehatan tubuhnya sendiri.

Sepulang dari kantor  yang mana dayanya pasti habis, Hyunjae masih harus ke rumah sakit buat menjaga Mirae. Bukan sekedar menjaga, tetapi juga mengurus keperluan materiil dan batin istrinya itu. Sebab terkadang, ada banyak keluhan keluhan yang perlu ia redam dengan ucapan ucapan menenangkan atau sentuhan sentuhan kasih sayang.

Hyunjae tau, menjadi Mirae bukan lebih mudah darinya. Jadi setiap kali cewek itu berkeluh, ingin menyerah, dan lainnya, Hyunjae harus tetap berada disampingnya dan memberikan dukungan.

Lalu Hyunjae? Lupakan saja soal batinnya. Udah ada mama yang selalu mendoakan nya, juga orang orang baik seperti Bang Sangyeon, Mbak Yves, dan yang lainnya yang siap sedia membantunya kapan saja.

Hyunjae membuka pintu ruangan Mirae dengan pelan. Lalu kedatangannya ternyata disambut oleh sang empunya ruang.

Mirae sedang terjaga, padahal biasanya cewek itu tertidur di jam sore seperti ini.

"Itu apaa..."

"Boneka,"

"Buat apa?"

"Nggak papa, buat temen,"

"Bonekanya mulutnya kebuka lebar, kayaknya lagi teriak teriak dia, jadi biar ruangannya nggak sepi, haha,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Bonekanya mulutnya kebuka lebar, kayaknya lagi teriak teriak dia, jadi biar ruangannya nggak sepi, haha,"

Mirae tertawa kecil.
"Kamu beli baru?"

"He'em, nggak sengaja sih, cuma mampir aja,"

"Sinii.." Mirae menepuk sisi kosong di sebelah ranjangnya. Hyunjae menutup pintu ruangan dan berjalan buat naik ke atas ranjang.

"Aku mau peluk bonekanya.."

"Nih," ucap Hyunjae seraya menyerahkannya pada Mirae.

Mirae yang lagi meluk meluk boneka, tiba-tiba menyadari sesuatu.

"Kamu udah makan belum?"

"Udah,"

"Kok perutnya bunyi?"

Marry Your Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang