Mirae menatap pantulan tubuhnya di cermin. Matanya meredup ketika tubuh berbalut dress rumahan motif bunga bunga itu memberikan fakta bahwa ia belum juga berubah. Hari demi hari justru membuat tubuhnya semakin kering kerontang. Okelah ini terlalu berlebihan, tapi pada dasarnya, dengan adanya Mochi Mirae malah semakin kurus.
Mirae menghela nafas, lantas berjalan ke arah ranjang.
"Mas.."
"Hm," Hyunjae yang sedang sibuk menatap laptop berdehem dengan pelan.
"Aku kurus banget ya..?" tanya Mirae dengan sedih dan lirih. Hyunjae mengernyit, lantas memutar kursinya menghadap Mirae.
"Emang kenapa?" tanya Hyunjae bingung. Nggak biasanya Mirae seperti ini.
Mirae terlihat enggan buat meneruskan bicara. Cewek itu hanya memainkan kuku kuku jarinya hingga Hyunjae bertanya lagi. "Kenapa?"
"Mas,"
"Tau nggak,"
"Sebenernya waktu lahiran kemarin, aku dapet cercaan dari beberapa nakes di rumah sakit,"
"Aku dibilang kurus banget. Aku dihakimi, katanya aku pasti nggak mau makan, nggak mau minum vitamin, nggak mau minum susu, katanya aku nggak boleh egois jadi ibu, dll.."
"Hah? Waktu kapan?" tanya Hyunjae lagi yang terlihat mulai mengabaikan laptopnya.
"Hampir sepanjang waktu itu,"
"Dari awal, sampai akhir. Terlebih ketika aku menjalani perawatan setelahnya." jawab Mirae dengan airwajah terluka. "Setiap ada kesempatan mereka lihat tubuhku, komentar itu pasti masuk telinga aku,"
"Aku dibody shamming, dicerca, dihakimi,"
"Astaga kok nggak cerita?"
Hyunjae merubah atensinya sepenuhnya untuk Mirae. Cowok itu berjalan ke arah Mirae dan mendudukkan diri di ranjang. Tiba-tiba ingatannya kembali kepada waktu dimana Hyunjae menemukan Mirae yang mengalirkan air mata di tengah-tengah jalannya operasi.
Apa karena hal ini? Kalau iya, Hyunjae marah.
Kalau saja kejadian ini diketahui Hyunjae pada saat itu juga, Hyunjae bukan hanya akan marah, tapi murka.
Cuma orang-orang nggak punya nurani yang sempat-sempatnya mengomentari tubuh orang yang lagi berjuang. Gila. Andai saja waktu itu Mirae bercerita, udah pasti Hyunjae akan memprotes dan mengkomplain manner kerja nakes rumah sakit.
"Kok nggak ngomong kenapa.." tanya Hyunjae mencoba pelan meski sebetulnya merasa marah atas perlakuan nakes itu.
"Aku nggak punya cukup tenaga buat ngomong waktu itu, Mas.." jelas Mirae. "Yang ada di pikiran aku cuma berdoa berdoa dan berdoa, supaya aku dan mochi baik-baik aja.."
"Yang bikin aku sedih, karena mereka nganggep aku nggak menjaga diri buat mochi.. Padahal mau makan segimana juga, tubuh aku tetep kayak gini, aku sedih, aku sedih jadi kurus."
Hyunjae menghela nafas panjang.
"Nggak usah di inget inget lagi,"
"Mau kurus atau enggak, kamu sama kok,"
"Kok sama, ya beda, Mas.. " ujar Mirae yang menunduk lesu.
"Sama—di mata aku. Sama-sama mamanya mochi, sama-sama orang yang bakal nemenin aku sampai nanti. Seperti itu, dan selamanya akan terus seperti itu. Udahlah, besok nggak usah beres beres rumah lagi. Makan aja yang banyak,"
"Ya jangan.. nanti yang bersihin beresin rumah siapa.."
"Besok aku aja yang ngapa-ngapain, sama dibantuin mama kalo pas senggang,"
"Nanti yang ada kamu kurang istirahat.."
"Yaudah sewa art aja,"
"Jangan Mas sayang uangnya.."
"Ya habis gimana,"
"Nanti kamu yang kurang istirahat," jawab Hyunjae yang dari airwajahnya masih terlihat kesel. Kesel karena cerita nggak mengenakan yang menimpa istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marry Your Heart
FantasyI didn't marry you, I married your heart. Hyunjae yang kelewat tsundere mana tau siapa itu Mirae, yang Hyunjae tau hanyalah ia diam-diam jatuh hati dengan keberadaan cewek itu. [Romance-Fantasy Marriage Life] Highest rank : #1 in Hyunjae | 130221 #1...
