4. Midnight Talk

783 141 36
                                        

"Jauh banget."

"Apanya?"

"Tidurnya."

"Biasanya juga gini?"

"Jangan kayak biasanya."

"Jadi gimana?"

"Deketan."

"Kenapa?"




"Pengen aja..."

Mirae dengan canggung menggeser tubuhnya. Begitu pula Hyunjae.

Mereka menjadi lebih dekat dari biasanya, sebab pada hari-hari yang lalu, keduanya tidur layaknya pasutri yang lagi ngambek. Satu mojok ke kanan, satu mojok kek kiri. Padahal nggak lagi musuhan juga.

Tapi ibarat model, gayanya kaku banget.
Masing-masing dari mereka cuma rebahan sambil tangannya megang selimut. Lalu menghadap ke atas.

Hening...

Canggung..

Hening..

"Mas,"

"Hm"

"Kamu mulai masuk kerja kapan?"

"Emang kenapa nanya"

"Hng.. nggak papa.. nanya aja.."

Hyunjae nih nggak bakat buka obrolan banget sih! Mirae udah susah susah nanya juga.

Sejujurnya, baik Mirae maupun Hyunjae sama-sama nggak bisa tidur. Kalau Hyunjae, dia masih kepikiran tentang kejadian siang tadi. Dimana dia mengalami perasaan aneh, perasaan takut Mirae marah, takut Mirae pergi, dan takut Mirae kenapa-napa-—apalagi di apa-apain cowok brengsek.

Perasaan aneh itu yang membuat Hyunjae jadi merasa pengen deket deket sama Mirae. Tapi ternyata setelah dekatan begini, Hyunjae makin nggak bisa tidur.

Lalu Mirae, cewek itu merasa grogi. Entah kenapa, tapi tingkah aneh Hyunjae malam ini kayak.. seolah Hyunjae lagi jatuh cinta sama Mirae.

Tiba-tiba ngajak deketan.

Oh tolong, Mirae jangan geer.
Batinnya.

Airwajah keduanya kini jadi seperti larva dalam serial larva kuning dan merah yang lagi dikejar musuh.
Kaku banget.

"Hening banget.." desis Mirae.

"Mau yang berisik?" tanya Hyunjae.

Eh?

"E- ya enggak.." Ish.



"Kamu tadi marah ya?" Hyunjae tiba-tiba membuka obrolan.

"Enggak. Kamu ngira aku marah ya?"

"Iya."

Mirae tertawa kecil. Tuh, kan. Mas Hyunjae ngira dia marah, padahal enggak.

"Kalau aku marah emang kenapa?"

Hyunjae terdiam beberapa detik. Dia juga nggak mengerti apa jawaban dari pertanyaan Mirae.

Emangnya kalau Mirae marah kenapa coba?

"Jadinya kamu marah beneran?" tanya Hyunjae.

"Enggak.. aku nggak marah kok. Aku cuma.. takut."

"Takut kenapa?" kini Hyunjae menolehkan kepalanya.

Canggung-canggungan itu masih berlangsung. Tetapi tanpa disengaja, lama-kelamaan berubah menjadi deeptalk midnight.

"Takut aja.."

"Semisal tadi aku di apa-apa in. Emangnya ada perempuan yang nggak takut?"

"Semisal tadi aku beneran kamu tinggal.. emangnya ada perempuan yang nggak takut?"

Marry Your Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang