68. Perkara Panti

511 66 35
                                        

Setelah malam kemarin dihabiskan buat saling membagikan cinta kasih yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, malam ini Hyunjae dan Mirae harus berantem kecil perihal Mirae yang meminta izin buat ke panti asuhan besok.

"Bukan gimana, tapi takutnya kecapean."

"Enggak kok.. percaya dong.."

"Katanya mau bantuin masak masak, masak masak di acara kayak gitu udah pasti banyak. Mana kamu jago masaknya pasti disuruh ini itu."

"Kan banyak yang masak, Mas, bukan cuma aku aja,"

"Siapa aja. Sebutin."

Mendengar jawaban Hyunjae Mirae menjadi murung. Ya masa harus disebutin satu-satu yang mana Mirae juga nggak tau siapa aja yang bakal ada di dapur besok.

Jujur, Mirae sedih banget. Besok adalah hari spesial buat Bunda Yuri dan panti, tapi Mirae malah nggak dibolehin dateng.

"Aku tuh cuma takut kamu kenapa-napa." ucap Hyunjae yang kemudian mendekat ke arah Mirae. Mirae yang masih sedih cuma menunduk dan memainkan kuku jarinya. "Kenapa-napa yang gimana..? Kecipratan minyak?" tanya Mirae pelan.

Mendengar jawaban Mirae Hyunjae mengehela nafas.

Bukan masalah kecipratan minyaknya sayang..

Hyunjae meraih tangan Mirae. "Bukan itu.."
" Cuma takut kamu kecapean aja. Kamu kan baru aja sembuh dari pemulihan. Tau nggak sih? Pernah ada cerita dimana ada orang yang habis sembuh dari pemulihan operasi terus dia kerja berat kerja capek capek, tau nggak terus apa? Meninggal"
"Sepele, tapi pernah kejadian."

"Ya kalau udah waktunya meninggal..?" jawab Mirae.

"Kok gitu sih ngomongnya, nyebelin tau nggak." Hyunjae membalikkan tubuhnya memunggungi Mirae.

Mirae menggeser tubuhnya dan menyenderkan kepalanya kepada bahu Hyunjae yang memunggunginya. "Aku nggak bakal kenapa napa besok." ucapnya sambil tersenyum.

"Kamu mikirnya kejauhan, Mas,"
"Kamu cuma terlalu khawatir aja.."

Dan Hyunjae masih diam dan memunggungi.

"Kamu takut banget ya.." tanya Mirae.
"Jangan gitu.."
"Kita kan nggak mungkin bisa bareng-bareng terus selamanya.."
"Yang penting.. jangan sampai kita mengkhianati satu sama lain. Cukup ajal aja yang memisahkan kita,"

"Oke? Oke-oke?" Mirae yang kepalanya masih di bahu Hyunjae menatap Hyunjae dari samping. Berusaha mengalihkan wajah suaminya itu supaya balik menatapnya.

"Ck," Hyunjae akhirnya berdecak sambil pasang wajah sedih manja. Lalu kemudian membalikkan tubuhnya dan memeluk Mirae. Oborlan malam ini kayak gini banget sih, huhu. Padahal,  baru aja semalem Hyunjae merasa jatuh cinta banget. Banget banget banget...
Hari biasanya Mirae juga cantik di mata Hyunjae, tapi yang semalem itu.. looks so so beautiful.. Hyunjae mau gila aja rasanya.

"yey.. dipeluk.." sorak Mirae supaya suasana nggak tegang-tegang banget. Karena Mirae gemesin akhirnya Hyunjae makin mengeratkan pelukannya.











Semalam, bukannya lanjut berantem, yang ada malah cuddle. Hyunjae dan Mirae memang seperti itu sekarang. Seringkali berantem kecil, yang kemudian berujung manja-manjaan.

Pada akhirnya Hyunjae iyain aja permintaan Mirae buat datang ke panti. Lagian si mama juga ikutan mengompori minta ditemenin Mirae. Soalnya kata Mama, memang sayang banget kalau Mirae nggak ikut. Lagian mama pengen kenalin Mochi hihi.

Dan sampailah pada pagi ini, Hyunjae akhirnya mengantar Mirae dan Mochi buat ke panti.
Kalau mama, beliau bawa mobil sendiri.

Sebelum pergi, Hyunjae yang mulai sering protektif jadi ngasih kultum dulu buat Mirae. Etdah.



Marry Your Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang