43. Namanya Perjuangan

473 100 59
                                        

Memasuki bulan ketiga, ada sebuah perubahan yang terjadi dalam hidup Hyunjae.

Bukan tentang seberapa bahagianya Hyunjae, bukan juga tentang seberapa sedih Hyunjae.

Ini tentang bagaimana Hyunjae memaknai hidupnya sebagai seorang yang punya tanggungjawab besar.

Mirae beberapa waktu terakhir mengalami morning sickness yang berlebihan. Sepanjang hari cewek itu harus merasakan mual dan pusing yang lebih dari seharusnya. Lalu berulang kali pingsan, keluar masuk rumah sakit dengan meninggalkan luka mental.

Mirae mengalami Hiperemesis Gravidarum.


"Makan dulu ya?"

Mirae menggeleng, cewek itu malah menangis.

"Pusing..." keluhnya.

"Iya nanti minum obat, tapi makan dulu.."

"Aku nggak bisa makan.."

"Sedikit, dikiiit banget, kayak semut," ucap Hyunjae.

Mirae bisa melihat raut wajah Hyunjae yang terlihat lelah. Rasanya sakit sekali melihat Hyunjae seperti itu. Mirae tau, sejak ia dinyatakan terkena Hiperemesis Gravidarum Hyunjae jadi nggak pernah absen buat lembur. Cowok itu bilang, dia mengambil jatah lembur buat menabung, yang Mirae tau pasti buat membayar segala biaya yang dikeluarkan untuknya karna terus menerus keluar masuk rumah sakit.

Tetapi meski lembur begitu, Hyunjae tetap mencoba untuk terus berada di rumah dengan lebih cepat.
Sesekali Hyunjae membawa pekerjaan kantornya ke rumah.

Mirae pernah mendapati Hyunjae yang masih sibuk dengan segala pekerjaannya di pukul tiga dini hari.

Apakah Mas Hyunjae nggak pernah tidur?

Mirae jadi bertanya-tanya.

"Yaudah.." Mirae mengangguk mesti dengan berat hati. Mengiyakan ajakan makan ibarat mengiyakan diiris pisau.

Mirae merasa sakit.

Selanjutnya ia pasti aku muntah dan mual mual.

Dan benar. Sesaat setelah Mirae menelan makannya, ia langsung memuntahkannya.

Detik selanjutnya adalah Mirae yang menangis frustasi karena terus menerus merasa sakit fisik dan mental.

"Kayaknya aku nggak kuat.." ujar Mirae yang masih terus menangis.

"Kok ngomongnya gitu sih?"

Hyunjae melangkah menjauh, mencoba menghubungi mama.

"Ma,"

"Kenapa Je?"

"Halo Je..?"
"Je?"




"Je?"

Hyunjae yang baru aja membuka mata setelah beberapa detik memejamkan nya karna rasanya berkunang-kunang akhirnya mulai bersuara kembali.

"Iya Ma, maaf barusan sinyalnya ilang,"

"Ma, kayaknya Mirae tambah parah, harus gimana ya..?" tanya Hyunjae dengan suara yang ia buat tenang, meski sebetulnya cowok itu sedang ada di titik terendahnya. Sebagai seorang laki-laki, suami, juga ayah.

"Lho obatnya yang dari rumah sakit kemaren itu nggak diminum?"

"Diminum Ma, tapi sekarang intensitas dia pusing mual muntah udah nggak wajar lagi, Mirae jadi nggak bisa makan buat minum obat,"

"Astaga.."
"Je,"
"Kayaknya perlu bedrest deh.."
"Kalo bedrest nanti kan Mirae makanannya dari nutrisi yang diinfus gitu, terus juga pengobatannya juga lebih lengkap dan intens.."

Marry Your Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang