32. Surat Keterangan Tidak Mampu

648 88 51
                                        


"Ehem, Gimana Je.." tanya Bang Sangyeon cengar cengir.



"Baru juga masuk, udah diinterogasi aja." ucap Hyunjae seraya mendudukkan diri.


"Iya-iya maaf.." Bang Sangyeon minta maaf, tapi tetap cengar cengir. Setelah dirasa Hyunjae duduk beberapa saat, Sangyeon kembali bertanya.

"Jadi gimana?"

"Nggak gimana-gimana." jawab Hyunjae.

"Cuman..." lanjutnya lagi, menggantung.

"Cuman apa?"

"Cuman gue jadi merasa.. lebih terikat."

Sangyeon senyum keabangan. Rasanya bangga banget melihat Hyunjae yang udah gede.

"Emang gitu,"
"Apalagi kalo sering sering"
"Tambah terikat."

"Segini aja udah terikat gimana kalo sering sering, mungkin sesek gue," balas Hyunjae

Sangyeon tertawa kecil. Ya ampun Hyunjae tuh udah gede ternyata. Bahkan udah sampai di tahap ini. Sangyeon masih nggak nyangka.
"Apa gue bilang kan.."

"Terus lo merasa bertekuk lutut nggak sama Mirae?"

"Bahasa lo idih banget,"
"Tapi.... iya, gue merasa."

Hyunjae nggak berbohong. Meskipun Hyunjae lebih banyak memberi, tetapi cowok itu mengalami titik itu. Dimana merasa Mirae adalah segala-galanya. Dimana ia bisa gila karena Mirae. Dimana ia merasa rela memberikan apa saja.

Bukan karena tubuh atau segala apa yang ada di diri Mirae. Tetapi karena perasaan sayang yang tiba tiba meletup letup karena cewek itu.

"Walaupun gue lebih banyak memberi karna Mirae masih newbie. Kasian, gue nggak mau terlalu menuntut." lanjut Hyunjae lagi.

"Newbie?"

"Kayak lo nggak paham aja..."

"Wkwkw iya, paham."
"Gemes banget sih."

"Mirae?"

"Elooo. Elo gemes banget. Soft banget pake segala kasian sama Mirae karna masih newbie."

"Idih gemes sama suami orang.."

"Anjir, bukan gitu Bambang."
"Kalo gue Gemes ke Yves lah"

"Yaudah, gue juga gemes ke Mirae."

"Ciye gemes ke Mirae...."

"Oh yaudah gue mau gemes sama mbak Yves,"

"Ya jangan..." Sangyeon kalah telak.



"Btw, harusnya jangan cuma lo yang give. Kalian harus sama-sama give and take."

"Give and take kok. Cuma... yagitu, gue sebenernya merasa belum,"

"Belum apa?"

"Masa gangerti"

"Wkwkwk iya-iya ngerti."
"Ya lo terus terang aja, lo maunya gimana, coba besok lo ajakin lagi,"

"Lain kali aja, kalo Mirae udah mulai ngerti sendiri."

"Emang bakal ngerti?"

"Nanti lama-lama juga ngerti,"

"Nanti kapan?"

"Nanti kalo udah mulai terbiasa"

"Kayak lo berani sering sering ngajakin aja,"

Sialan

Marry Your Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang