Sebelum baca...
Follow wattpad kedua
@vionacadee
Follow instagram
@faizahjahro
Subricber youtube
@vionacadee
Follow Tiktok
@ssyussy
__Happy Reading__
“
Perkenalkan, nama saya Donia Alez Razifa,” ucap Donia lantang namun tetap lembut, suaranya terdengar jernih di tengah ruangan yang kini sunyi. Ia berdiri tegak di depan kelas XI IPA 3, menyematkan senyum manis yang membuat wajahnya semakin bercahaya.
Seketika, suasana kelas berubah menjadi hiruk-pikuk penuh bisikan kagum dan celetukan antusias dari para siswa-siswi yang tengah terpana oleh sosok murid baru yang baru saja memasuki ruangan. Suara-suara itu bagaikan alunan riang yang bergema, mengisi setiap sudut ruang kelas dengan rasa penasaran yang menggelora dan kekaguman yang tulus. Mereka saling berbisik, saling bertukar komentar seolah tengah membicarakan sebuah rahasia menarik yang baru ditemukan.
“Wah, cantik banget, ya? Senyumnya itu lho, manisnya bikin hati meleleh,” suara seorang siswa laki-laki terdengar lirih namun jelas, penuh kekaguman.
“Betul! Aku juga langsung pengen kenalan sama dia, deh. Kayaknya asik banget kalau dia jadi teman sekelas,” celetuk yang lain, dengan nada penuh antusias.
“Eh, kamu lihat gak? Itu cewek yang tadi pagi jalan bareng Brandon. Keren juga ya, bisa deket sama cowok kayak dia,” komentar yang lain menambah semarak suasana.
Namun, di tengah riuh sorak dan pujian yang terus mengalir, tanpa diduga muncul sebuah suara sumbang yang menusuk seperti duri, membelah kebahagiaan sesaat itu menjadi kepingan-kepingan rasa tidak nyaman.
“Huh, mukanya jelek banget.”
Kata-kata itu keluar dari salah satu sudut kelas, dengan nada penuh kebencian dan sindiran yang menyakitkan. Suara itu terdengar begitu jelas di telinga Donia, seolah menjadi sebuah badai kecil yang mengguncang ketenangan jiwanya. Seketika, tubuhnya membeku. Jantungnya berdebar kencang, dadanya sesak, dan matanya membelalak sambil menatap ke sekeliling ruangan. Ia mencari-cari sosok yang melontarkan hinaan itu, berharap bisa menatap langsung wajah yang penuh kebencian tersebut, tapi yang ia dapati hanyalah wajah-wajah murid lain yang sibuk menunduk dan berpura-pura tak tahu apa-apa, seolah hinaan itu hanyalah bayangan.
Dalam diam, hati Donia berbisik dengan perasaan terluka, “Padahal aku datang ke sini dengan niat baik, dengan harapan bisa diterima dan memulai lembaran baru. Kenapa mereka harus bersikap kasar seperti ini? Apa aku benar-benar berbeda? Ataukah aku terlalu mencolok sehingga mengundang iri dan kebencian?”
Namun, di balik luka itu, Donia menarik napas panjang dan meneguhkan hatinya. Ia sadar bahwa dalam setiap langkah hidupnya, terutama di lingkungan baru, tidak selamanya jalan yang dilalui mulus dan mudah.
Selalu ada rintangan dan tantangan, serta perasaan iri yang mungkin tersembunyi di balik senyum dan tatapan orang-orang di sekelilingnya. Ia harus kuat, ia harus bisa melewati semuanya dengan kepala tegak.
Di sisi lain, Bu Windy yang menjadi wali kelasnya, yang duduk di balik meja dengan senyum tipis dan mata yang penuh pengertian, hanya terkekeh pelan melihat kehebohan kecil itu.
Pengalaman bertahun-tahun mengajar di kelas XI IPA 3 membuatnya sudah sangat terbiasa dengan drama seperti ini, sehingga ia tidak merasa terkejut atau cemas. Baginya, ini adalah hal yang wajar, sebuah tanda bahwa kehadiran Donia memang menarik perhatian dan akan menjadi warna baru dalam dinamika kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brandon [TAMAT]
RomanceBrandon terang - terangan menyukai Donia, tapi saat hubungan mereka mulai tumbuh, Brandon tiba- tiba pergi ke luar negeri tanpa kabar. Bertahun - tahun kemudian, saat hampir lulus kuliah, ia kembali masih dengan rasa yang sama, dan satu harapan semo...
![Brandon [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/251426311-64-k595558.jpg)