|| 60. Ditinggal Pergi ||

460 108 39
                                        

Di dalam mobil yang melaju pelan di sepanjang jalan, suasana terasa sepi meskipun ada dua teman yang duduk di belakang bersama Donia. Ryan yang duduk di samping Donia merasakan ada yang tidak beres dengan temannya itu. Terkadang, ketenangan yang begitu dalam bisa menyembunyikan perasaan yang lebih rumit. Dan saat melihat Donia yang diam, dengan pandangan yang kosong dan tubuh yang sedikit menegang, Ryan merasa tidak tega. Tidak sanggup melihat Donia menahan rasa sakitnya sendirian.

"Kamu serius tidak apa-apa, Donia?" tanya Ryan dengan lembut, suaranya yang penuh kehangatan membuat Donia sedikit terkejut.

Donia menoleh, hanya tersenyum tipis kepada Ryan, tetapi senyum itu tidak sampai ke mata. Matanya memantulkan kesedihan yang mendalam. "Aku baik-baik aja," jawabnya dengan suara yang hampir tak terdengar, menyembunyikan rasa yang tak bisa ia ungkapkan.

Namun, di dalam hati, Donia memikirkan hal lain. "Kuharap abang tidak tahu soal Brandon," gumamnya pelan, berharap hanya angin yang mendengar. Pandangannya teralihkan ke luar jendela, mengikuti aliran kendaraan yang berlalu. Pikirannya berlarian, bertanya-tanya apakah mungkin, jika abang mendengar kabar Brandon pergi, perasaan benci yang dulu ada akan kembali lagi.

Namun, meskipun suaranya hampir tak terdengar, Ryan yang memiliki pendengaran tajam itu masih bisa menangkap setiap kata yang keluar dari mulut Donia.

"Maaf, Donia! Aku masih bisa mendengar gumammu itu," sahut Ryan, sedikit terkejut dengan betapa dalam perasaan yang sedang Donia coba sembunyikan.

Donia pun menoleh, matanya terbuka lebar, terkejut. Padahal, dia sudah berusaha bicara pelan, seolah gumamannya itu tidak akan terdengar. Tapi kenyataannya, Ryan bisa mendengarnya dengan jelas.

"Maaf, aku mendengarnya hehehe. Memang abang kamu tidak suka dengan Brandon?" tanya Ryan, dengan nada ringan namun penuh empati.

Donia hanya mengangguk pelan, matanya mulai redup. "Iya, abang memang tidak suka dengan Brandon, tapi sekarang... abang sudah menyukainya kok," ujarnya, namun suara Donia mulai bergetar.

Dia terdiam, seolah sedang mencari kata-kata yang tepat untuk melanjutkan, tetapi tidak bisa. Hati Donia terasa sesak, dan kata-kata itu seolah terjebak di tenggorokannya.

"Cuman sekarang, Brandon malah pergi. Bahkan, Brandon pergi keluar negeri," sambung Ryan, dengan lembut melengkapi kalimat yang sempat tertahan di bibir Donia.

Donia menoleh pada Ryan dengan pandangan yang sendu. Air mata yang sejak tadi ia tahan mulai menggenang di matanya, tak bisa lagi disembunyikan. Ia menundukkan kepala, berharap tak ada yang melihatnya rapuh seperti ini.

"Maafin Brandon ya, Donia!" ujar Ryan, merasa bersalah karena temannya telah meninggalkan Donia dalam keadaan seperti ini. Kata-kata Ryan begitu tulus, mencoba memberi sedikit kenyamanan.

Di sisi lain, Arvin yang sedang fokus menyetir hanya mendengarkan percakapan mereka tanpa ikut campur. Namun, entah mengapa, hati Arvin merasa turut terbebani dengan apa yang sedang Donia rasakan.

"Iya, maafin Brandon ya!" sahut Arvin, dengan suara yang terdengar serius, seakan turut merasakan beban yang ada di hati Donia.

Donia terkejut mendengar kedua temannya berbicara seperti itu. Mereka, yang biasanya tidak banyak bicara, tiba-tiba begitu peduli.

"Kalian berdua kenapa?" tanya Donia, bingung dan heran. "Kok kalian bilang gitu?" Ia menatap bergantian antara Ryan dan Arvin, mencoba mencari arti dari kata-kata yang terdengar begitu hangat.

Namun, Ryan hanya diam, matanya tertunduk, seperti ada banyak hal yang ingin ia katakan tapi terhalang oleh rasa tidak tahu harus mulai dari mana. Begitu pula dengan Arvin, yang hanya fokus menyetir, seolah kata-kata itu sudah cukup untuk mewakili perasaan yang sedang mereka rasakan.

Donia hanya bisa terdiam, merasa ada sesuatu yang berubah di antara mereka bertiga. Suasana dalam mobil kembali sunyi, namun kali ini sunyi itu terasa penuh dengan pengertian, dan sedikit harapan.

Bersambungg...

Share ke teman-teman ya, buat mereka baca cerita ini!

Jangan lupa vote dan koment!

Brandon [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang