Akhirnya, Sabtu sore tiba. Azhar berdiri di depan rumah Donia, merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Ia datang lebih awal, memastikan dirinya sudah rapi dan persiapan untuk hari itu sudah matang. Tak lama kemudian, pintu terbuka, tak lama kemudian, Donia muncul, mengenakan sweater oversized yang membuatnya terlihat manis. Azhar tak bisa menahan senyum.
"Wah, lo cantik banget, Don," sapanya, agak kikuk.
Donia tertawa ringan. "Seriusan, Zhar? Cuma pakai sweater gini doang."
Azhar hanya mengangguk, lalu mengajaknya menuju tempat yang ia pilih untuk kencan kali ini. Alih-alih kafe biasa, Azhar memutuskan untuk mengajak Donia ke sebuah tempat permainan arcade.
"Wah, beneran nih kita ke sini?" tanya Donia dengan mata berbinar.
"Serius dong. Lo kan bilang pengen nyoba main air hockey sama balapan," jawab Azhar, kali ini lebih percaya diri.
Donia langsung bersemangat. Mereka segera memulai tantangan pertama yaitu air hockey. Azhar awalnya berpikir akan unggul, tapi ternyata Donia punya strategi licik yang membuatnya terkejut. Setiap kali Azhar fokus, Donia sengaja membuyarkan konsentrasinya dengan candaan, membuat Azhar tertawa dan kehilangan kendali pada pukulannya. Akhirnya, Donia berhasil menang telak.
"Gua kira bakal gampang ngalahin lo," kata Azhar dengan senyum kalah.
Donia tertawa puas. "Lo aja yang kurang latihan, Zhar."
Pertandingan berlanjut ke mesin balap mobil. Kali ini, Azhar yang menang, tetapi hanya karena Donia lebih sibuk mengejek kemampuan mengemudinya. "Lo itu kalo bawa mobil kayak orang panik!" Nada Donia di tengah permainan, membuat Azhar tertawa hingga ia hampir melenceng dari jalur.
Setelah puas bermain, mereka menuju ke wahana foto instan. Donia mengusulkan untuk berpose konyol, dan Azhar yang biasanya kaku ikut tertawa dan mengikuti gaya-gaya unik Donia. Di salah satu foto, Donia menempelkan tangan di pipi Azhar, yang langsung membuatnya terdiam sejenak, sedikit terpesona dengan momen itu.
Setelah sesi arcade yang penuh tawa, Azhar mengajak Donia untuk mencoba street food di dekat taman kota. Mereka memilih duduk di bangku taman sambil menikmati cemilan dan suasana malam yang mulai tenang.
"Lucu juga ya, ini pertama kalinya kita kencan yang nggak cuma nongkrong di kafe," kata Donia sambil memakan takoyakinya.
Azhar mengangguk, tersenyum lega melihat Donia benar-benar menikmati kencan ini. "Gua seneng lo suka. Ternyata kencan begini lebih seru daripada yang biasa-biasa aja."
Obrolan mereka pun berlanjut dari hal-hal sederhana hingga cerita lucu tentang masa-masa sekolah. Donia bercerita tentang kenakalan kecilnya saat SMA, yang membuat Azhar semakin kagum dengan sisi spontan Donia.
Di penghujung malam, saat Azhar mengantar Donia pulang, Donia tiba-tiba berkata, "Thank you, Zhar. Ini kencan yang paling seru."
Azhar terdiam, senyumnya sedikit malu-malu. "Sama-sama, Don. Gua seneng banget kita bisa punya waktu seru bareng."
Dengan penuh keyakinan, Donia berbisik pelan sebelum masuk ke rumahnya. "Next time, kalau lanjut date lagi. Giliran gua yang pilih tempat."
Azhar tersenyum penuh harap, dan ketika pintu rumah Donia tertutup, ia tahu ada rasa hangat yang mulai tumbuh di hatinya, rasa yang mungkin tak hanya sekadar persahabatan.
Bersambunggg....
KAMU SEDANG MEMBACA
Brandon [TAMAT]
RomansaBrandon terang - terangan menyukai Donia, tapi saat hubungan mereka mulai tumbuh, Brandon tiba- tiba pergi ke luar negeri tanpa kabar. Bertahun - tahun kemudian, saat hampir lulus kuliah, ia kembali masih dengan rasa yang sama, dan satu harapan semo...
![Brandon [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/251426311-64-k595558.jpg)