Sebelum baca....
Follow wattpad kedua
@vionacadee
Follow instagram
@faizah_jahro_rusyna
___Happy reading___
Ketika Donia melangkah menyusuri koridor sekolah, pandangannya tak pernah sekali pun terarah ke depan. Ia berjalan dengan kepala tertunduk, seolah ingin menghindari sorotan mata siapa pun. Bukan tanpa alasan saat itu, Donia tengah dikerubungi oleh sekelompok fansboy yang tampak begitu antusias hanya karena melihat sosoknya lewat. Mereka berseru-seru kecil, ada yang memanggil namanya, ada pula yang hanya memandangi dengan mata berbinar-binar seolah Donia adalah selebritas.
Donia, yang merasa risih dan ingin segera lolos dari kerumunan itu, melangkah dengan cepat sambil tetap menunduk, berusaha menerobos para fansboy tanpa menimbulkan kegaduhan lebih lanjut. Namun, karena pandangannya tertuju ke lantai, ia sama sekali tak menyadari keberadaan seseorang yang berdiri tepat di jalur jalannya.
Tanpa diduga, tubuhnya menabrak sesuatu atau lebih tepatnya, seseorang.
Brugh.
Wajah Donia menghantam dada seseorang yang ternyata cukup bidang dan kokoh dada milik Brandon. Benturan itu cukup keras hingga membuat Donia terhuyung sedikit ke belakang, dan rasa nyeri langsung menjalar dari wajahnya, terutama di bagian hidung. Ia meringis kesakitan.
Masih memegangi hidungnya, Donia perlahan mendongakkan kepala, dan begitu melihat siapa yang ditabraknya, matanya membulat karena terkejut. Ternyata, yang ia tabrak barusan adalah Brandon ya, Brandon yang terkenal dengan ekspresinya yang dingin dan tak banyak bicara itu.
“A-aku… maaf ya!” seru Donia spontan, buru-buru mundur beberapa langkah sambil tetap mengusap hidungnya yang terasa nyut-nyutan.
“Hm.”
Hanya itu suara yang keluar dari Brandon, semacam deham pendek yang terdengar datar dan nyaris tanpa ekspresi. Tapi jauh di dalam hatinya, Brandon sedang mengalami hal yang tak biasa jantungnya berdebar kencang tak karuan sejak detik wajah Donia bersentuhan dengan dadanya.
Donia menatap Brandon dengan bingung dan sedikit jengkel. “Hah? Cuma ‘hm’? Hidungku sakit tahu!” gerutunya sambil mengelus-ngelus bagian yang terasa paling nyeri.
Brandon sempat meliriknya sekilas, lalu kembali memalingkan wajah ke arah lain, seolah tak peduli.
“Hmm,” gumamnya singkat, kali ini terdengar lebih seperti usaha menahan sesuatu entah tawa, gugup, atau bahkan rasa malu.
Donia mendengus kesal. “Aish, kamu ini!” keluhnya sambil terus mengusap hidung yang masih terasa cenat-cenut.
Namun di tengah kekesalannya, Donia mendadak teringat akan sesuatu yang jauh lebih penting ia tengah mencari ruang kepala sekolah. Saking sibuknya menghindari fansboy dan sekarang kesandung insiden tabrak dada, ia jadi lupa arah.
Tanpa membuang waktu, Donia melirik Brandon yang masih berdiri di situ dan memutuskan untuk bertanya, meskipun orang itu tadi nyaris tak bereaksi saat ditabrak.
“Oh, iya…” ucapnya sambil sedikit memiringkan kepala, suaranya terdengar lebih lembut kali ini. “Kalau boleh tahu, ruang kepala sekolah itu di mana, ya?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Brandon [TAMAT]
RomanceBrandon terang - terangan menyukai Donia, tapi saat hubungan mereka mulai tumbuh, Brandon tiba- tiba pergi ke luar negeri tanpa kabar. Bertahun - tahun kemudian, saat hampir lulus kuliah, ia kembali masih dengan rasa yang sama, dan satu harapan semo...
![Brandon [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/251426311-64-k595558.jpg)