Alangkah baiknya sebelum membaca memberi Vote dulu biar nggak lupa wkwk.
Happy Reading♡
"Jangan mati dulu woy! Lo belum balas budi sama gue!"
*****
Suasana Cafe Libra terlihat ramai, apalagi terdapat sekumpulan remaja pada bangku pojok yang terlihat heboh.
"Njing! Sekarang lo kok jorok banget sih Gen?" Seno bergidik jijik saat kelihat Genta mengupil dan membuangnya dibawah meja.
Genta melirik sekilas." Napa? Lo mau?" Genta tersenyum miring, dengan cepat dia mengusapkan upilnya pada lengan Seno.
Tentu saja Seno langsung belingsatan tidak jelas, dia menatap Genta dengan melotot." Bangke! Sialan lo Genter!" Umpatnya.
Genta tidak perduli, dia malah melakukan kegiatan seperti tadi, mungkin dia memiliki hobi baru selain memainkan Game. Yaitu, mengupil.
"Btw, ini mana sih makananya?" Celetuk Ragael.
"Kita cuma numpang nongkrong aja nih?" Tanya Zearo.
Genta tertawa kecil." Gausah beli makanan, numpang Wifi aja." Ucapnya, dia sudah kembali memainkan Gamenya.
"Tenang kawan kawan, kalean mau apa? Disini Gratis sehari khusus buat kalian." Ucap Seno bangga.
"Beneran?" Tanya Garvin memastikan.
"Wah! Ya bener lo Sen." Ucap Ragael yang matanya sudah berbinar binar.
"Ya bener lah, kapan coba gue boong?"
"Selalu."
Seno mendengus tapi kemudian kembali tersenyum ketika menemukan seseorang.
"Renn!" Panggilnya, seseorang yang dipanggil malah seolah tidak mendengarkan.
"REN!" Tidak ada jawaban lagi, Seno berdecak.
"RENIII!!"
"Kampret! Apaan sih lo?! Bisa santai nggak!" Seorang perempuan dengan tubuh sedikit gempal itu langsung ngegas sembari berjalan dengan tangan berkacak pinggang, persis seperti Sumo.
"Lo nyuruh santai, gimana lo sendiri hah?"
Reni membuang muka." Mau apa?! Cepet! Gue alergi sama lo!" Ucapnya.
"Widih! Kak Ren, perutnya udah mirip bola pingpong aja tuh." Ragael memperhatikan perut Reni yang sedikit membesar.
Reni melotot garang." Bola pingpong bapak lo! Sampe anak gue denger, terus kena mental. Abis lo sama gue!" Ragael menelan ludah, dia memilih menyibukkan dirinya sendiri, memang benar emak emak hamil auranya menyeramkan.
"Kak Ren, bapaknya mana?" Ragael berucap lagi, dengan maksud mengalihkan topik pembicaraan.
"Ngapain lo cari bapak gue? Ya dirumah lah, mas mau gue gondolin?!"
"Maksudnya bapaknya tu bayi!"
"Kerja lah! Lo pikir anak gue nggak punya bapak?!"
"Astagfirullah! Dari tadi ngegas mulu, kasian anak lo Ren, kebudek en nanti. " ucap Seno.
"Kak Ren." Panggil Garvin, tentu saja dia masih memiliki sedikit sopan santun untuk memanggil yang lebih tua, apalagi Reni sepupu Seno.
Reni yanh tadinya macem macan ngamuk, sekarang Cosplay jadi kelinci sok imut.
"Ya, kenapa Vin?" Tanya Reni kalem.
Seno mencibir." Dasar, kebanyakan muka ya lo?" Ucapnya yang dibalas lirikan tajam Reni.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARVIN
Teen Fiction"Garvin, udah mau belum jadi temen Rubby?" "Lo tanya itu terus, nggak bosen?" "Nggak! Rubby nggak bakal berhenti tanya sampai Garvin mau jadi temen Rubby!" Garvin Sargareo Xaver, Cowok yang paling ditakuti disekolahnya. Siapa yang tidak mengenal man...
