Kerinduan

2.1K 167 48
                                        

Vote dan komen:)
Selamat membaca 🤗













********
Minggu pagi yang cerah menyambut kedatangan Lesti dan Richat kembali kekediaman mereka. Rumah besar itu terlihat sepi hanya ada beberapa maid dan bodyguard yang menyambutnya dengan senyum ramah. Lesti dan Richat melangkah memasuki rumah besar dan megah itu tapi sangat sepi hanya ada beberapa maid yang sedang memasak dan bersih bersih.

"Ichat mau ketemu Daddy mom" ujar Richat.

"Oke kita kekamarnya Daddy" ucap Lesti.

Mereka berdua berjalan menaiki tangga dengan bergandengan. Berjalan beriringan melewati lorong lorong kamar yang berjajar rapi sebelum terdapat kamar utama diujung lorong. Lesti membuka pintu kamar dengan pelan agar tak mengganggu Billar yang masih terlelap dalam tidurnya. Richat langsung berlari mendekati ranjang untuk melihat keadaan daddynya. Tangan Lesti terangkat untuk menggendong Richat dan mendudukkannya disamping tubuh Billar yang masih tertidur pulas itu.

"Daddy bangun" ujar Richat dengan menepuk nepuk pelan pipi Billar.

Tidak ada jawaban sedikit pun dari Billar bahkan tidak ada rasa terganggu atas perbuatan Richat kepadanya. Kening Lesti berkerut memandang suaminya dengan heran. Tidak biasanya Billar tidur dengan sangat lelap seperti itu kecuali dia memang sedang sakit. Lesti yang sedang cemas menempelkan punggung tangannya kekening Billar.

"Demam" gumam Lesti.

"Daddy sakit mom??" tanya Richat.

"Daddy sedang demam. Richat tunggu Daddy disini Mommy mau keluar sebentar" ucap Lesti sebelum melangkah keluar dari kamar.

Dengan patuh Richat menganggukkan kepalanya dan beralih memandangi wajah Billar yang masih memejamkan mata itu.

"Daddy cepat sembuh. Ichat sudah datang jadi jangan sakit dad" ujar Richat.

Richat menidurkan dirinya disamping Billar dengan memeluk tubuh daddynya itu secara erat. Tak berapa lama mata bocah itu terpejam karena rasa kantuk yang menyerangnya secara tiba tiba. Lesti kembali memasuki kamar dengan membawa baskom berisi air hangat untuk mengompres Billar nantinya. Sebelum masuk kamar Lesti sudah terlebih dulu menyuruh maid untuk memasakkan bubur dan membawakan obat penurun panas kekamarnya.

Lesti melangkah mendekat dengan senyum yang mengembang ketika melihat Richat ikut terlelap disamping Billar. Dengan cekatan tangan Lesti meletakkan handuk kecil yang basah itu kekening Billar dan tak berapa lama memasukkan handuk itu lagi kedalam baskom berisi air dan meletakkannya lagi kekening Billar. Lesti mengulangi kegiatannya itu terus menerus untuk mengompres agar demam Billar bisa turun.

'Tok'

'Tok'

'Tok'

"Masuk" ucap Lesti sedikit keras.

"Maaf nyonya ini bubur dan obatnya" ucap seorang maid yang membawa nampan berisi bubur, segelas air putih dan obat penurun panas.

"Makasih" ucap Lesti mengambil alih nampannya dan tak lupa tersenyum kepada maid.

Maid pun pergi meninggalkan kamar majikannya. Lesti menaruh nampan dimeja samping ranjang dan berusaha untuk membangunkan Billar.

"Daddy bangun" ucap Lesti dengan mengusap pipi Billar dengan lembut.

"Eungh"

Lesti lantas mencium kedua pipi Billar ketika suaminya itu hanya mengerang dalam tidurnya.

"Sayang" panggil Lesti dengan mengusap rambut Billar yang mulai sedikit panjang.

"Bangun sayang apa kamu tidak merindukan istrimu" ucap Lesti lagi.

The Marriage Bond || LesLarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang