Brakk
Kayla menutup pintunya dengan kencang, meninggalkan suaminya di luar. Darren diam mematung menatap dirinya sendiri yang hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.
"Astaga! Memalukan sekali!"
Dengan menahan rasa malunya, Darren segera masuk kembali ke dalam kamarnya dan memakai pakaian yang layak.
"Bisa-bisanya aku keluar hanya dengan balutan handuk. Ck! Luntur sudah wibawa ku," gerutunya pada dirinya sendiri.
Setelah sekiranya siap, dia kembali menuju kamar istrinya.
🍁🍁🍁
Tok.. tok..tok
Aku membuka pintunya sedikit, dengan kepala menyembul keluar untuk memastikan. Setelah melihatnya telah berpakaian, aku pun membuka pintunya lebar.
"A..ada apa?" tanyaku dengan gugup.
Aku tidak mendengarnya mengatakan sesuatu. Alhasil aku pun memberanikan diri untuk menatapnya langsung.
Deg
Mata biru itu menatap ku dengan tajam. Tanpa sadar aku menelan ludah karena saking gugupnya.
"Ke..kenapa menatap Kayla seperti itu?"
Darren berjalan maju mendekati ku. Refleks aku pun berjalan mundur menjauhinya. Tidak sengaja aku menginjak mukena yang ku pakai yang membuat ku kehilangan keseimbangan. Tangan ku refleks menggapai apa pun untuk ku pegang.
Dapat!
Aku menarik kaos yang dipakai Darren. Tapi karena dia tidak siap. Alhasil kami terjatuh.
Cupp
Aku diam mematung dengan mata terpejam. Deja vu!
Aku menjadi teringat saat awal pertama kali bertemu dengannya dengan posisi yang sama seperti ini. Namun bedanya...
"Ma..maaf aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud untuk menciummu. Aku__"
Aku langsung mendorong tubuhnya untuk menyingkir, tanpa menunggu dia menyelesaikan perkataannya.
"Kayla ingin bersih-bersih. Bisakah kamu keluar?" ucapku tanpa berani menatapnya.
Aku meliriknya sekilas dan aku melihatnya tengah menatapku dengan dingin. Tanpa berkata apa pun, dia langsung keluar.
Aku menghela nafas panjang dan mendudukkan diri di ranjang.
"Apakah sikap ku menyinggung perasaannya?"
🍁🍁🍁
Darren tidak kembali ke kamarnya, ia pergi ke restoran yang ada di lantai satu.
Ting!
Pintu lift terbuka. Dengan memasang wajah dinginnya, Darren berjalan dengan angkuh. Sekelilingnya masih sepi, hanya ada dirinya di sana.
Ia pun masuk ke dalam restoran yang buka 24 jam.
"Selamat pagi. Semoga harimu menyenangkan, Pak."
Darren tidak membalas sapaan pelayan yang ditujukan padanya. Tersenyum atau melihatnya pun tidak.
Dia duduk di meja ujung dekat dengan jendela. Dari sini ia dapat melihat jalanan kota Semarang yang basah karena hujan semalam. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin karena ini masih terlalu pagi untuk mereka beraktivitas.
"Anda ingin pesan apa, Pak?"
Darren mengalihkan pandangannya pada buku menu yang disodorkan pelayan padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married with Mr. Bule [END]
Fiksi RemajaJudul lama : Pernikahan atau Permainan Cover by Pinterest Aku tidak menyangka perjalanan study tour ku ke Bali akan mempertemukan ku dengan pria bule itu. Pria bule yang kini resmi menjadi suamiku bahkan disaat umurku belum genap 18 tahun. Berawal d...
![Married with Mr. Bule [END]](https://img.wattpad.com/cover/247897427-64-k89150.jpg)