"Sayang."
Aku berbalik dan menemukan Darren yang sedang berjalan ke arahku.
"Aku sudah menunggumu dari tadi, tapi kamu malah bersama laki-laki ini," ucapnya seraya mengambil alih semua belanjaan ku dan melirik sinis ke arah Abraham.
"Iya, Mas. Maaf Kayla lama belanjanya," balasku dengan canggung dan kebingungan. Jelas saja aku bingung, bagaimana bisa Darren tiba-tiba saja ada di sini?
Dia menatap tidak suka ke arah Abraham. "Ada urusan apa Anda dengan istri saya?"
Aku refleks menggenggam lengan Darren. "Bukan apa-apa, Mas. Bang Abraham tadi cuma sapa Kayla aja kok," potongku cepat, sebelum kejadian tidak terduga akan terjadi.
Aku melirik tidak enak ke arah Abraham. "Bang, Kayla pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum," pamit ku.
Abraham tersenyum tipis. "Iya Kayla, hati-hati. Waalaikumsalam."
Aku tahu sedari tadi Mas Darren terus menatap tajam ke arah Abraham dan aku takut kejadian di rumah sakit waktu itu akan terjadi lagi di sini.
"Kenapa bisa bertemu dengan laki-laki itu?" tanya Mas Darren setelah memasukkan barang belanjaan ku ke dalam bagasi.
"Kayla tidak sengaja bertemu di swalayan tadi, Mas."
Darren memicingkan matanya. "Yakin? Kamu tidak sedang berselingkuh di belakang ku kan?"
Aku menghela nafas. "Mas, Kayla tidak pernah berpikir untuk mengkhianati pernikahan kita. Walaupun pernikahan ini tidak didasarkan pada cinta, tapi Kayla hanya ingin menikah satu kali seumur hidup," ucapku tegas dengan senyuman terpatri di wajahku.
Setelah aku mengucapkan itu, Mas Darren hanya diam hingga kami sampai di apartemen.
Aku baru tersadar akan sesuatu. "Mas, bukannya tadi bilang mau pulang telat?" tanyaku.
"Tidak jadi."
Aku memilih diam, walaupun aku merasa ada yang disembunyikan oleh suami ku ini.
Dengan tersenyum aku berkata, "Kayla siapin air panas dulu ya buat Mas mandi."
Mas Darren hanya mengangguk tanpa melihat ke arah ku. Lagi-lagi aku menghela nafas.
"Ya Allah, ridhoi lah keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Aamiin," batinku berharap.
🍁🍁🍁
Sebelumnya, Darren memutuskan untuk segera pulang ke apartemen, tidak jadi ke kantornya. Tapi siapa sangka jika dirinya akan bertemu istrinya dengan seorang laki-laki lain.
Darren menyipitkan matanya saat mengetahui jika laki-laki itu adalah laki-laki yang sama yang sudah berani membuat masalah dengannya saat dia dirawat di rumah sakit dulu. Laki-laki yang telah berani mengajak istrinya ta'aruf di depan matanya sendiri.
Dia melihat Kayla sedang berbicara dengan laki-laki itu. Entah apa yang dibicarakan mereka, tapi sepertinya Kayla merasa tidak nyaman dengan kehadiran laki-laki itu. Ketara sekali dari gerak-geriknya.
Darren semakin mendekati mereka, tentu saja dengan mengendap-endap seperti pencuri. Ia tidak ingin disangka penguntit dan tukang curi dengar. Tapi memang faktanya seperti itu sekarang.
"Kemana suamimu? Kenapa dia membiarkan istrinya belanja sendiri?"
Darren mendengar suara laki-laki itu. Dia sedikit mencondongkan tubuhnya ke rak yang menjadi penghalang mereka bertiga.
"Kayla sudah selesai, Bang. Kayla pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum."
"Ah! Itu suara Kayla," gumamnya dan mengintip di celah-celah rak tinggi yang menutupi tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married with Mr. Bule [END]
Teen FictionJudul lama : Pernikahan atau Permainan Cover by Pinterest Aku tidak menyangka perjalanan study tour ku ke Bali akan mempertemukan ku dengan pria bule itu. Pria bule yang kini resmi menjadi suamiku bahkan disaat umurku belum genap 18 tahun. Berawal d...
![Married with Mr. Bule [END]](https://img.wattpad.com/cover/247897427-64-k89150.jpg)