Kedatangan Mama

3.9K 265 0
                                        

"KAYLA!!"

Aku yang sedang fokus menonton berita di televisi pun tersentak kaget. Mata ku melotot garang saat melihat Katherine berjalan ke arahku sambil cengengesan.

Aku refleks menabok lengannya. "Ih! Kamu ngagetin aja sih."

Katherine mengaduh pelan sambil mengusap-usap lengannya. "Hilih gitu aja kaget."

Aku hanya memutar bola mata malas dan kembali fokus ke televisi yang menayangkan berita tentang artis-artis yang sedang naik daun.

"Umi mana Kay?" tanyanya sambil celingukan.

"Umi ke pasar tadi pagi," jawabku singkat tanpa menatapnya.

Kemudian keheningan menghampiri kami berdua.

"Kay."

"Hem."

"Kay."

"Hem."

"KAY!!"

Aku berdecak sebal dan menoleh ke arahnya. "Apa sih?"

Ckkrek

Aku mendelikkan mataku ke arah Katherine yang sedang tertawa lepas sambil melihat ponselnya.

"Ih! Hapus nggak?!" Aku berusaha meraih ponsel itu dari tangannya, tapi Katherine terus berkelit.

"Katherine sini! Hapus nggak?!"

Aku mulai berdiri saat Katherine berlari menjauh dariku. Kekesalan ku semakin menjadi-jadi saat Katherine berlari keluar rumah.

"AKU PULANG DULU KAY!! HAHAHA."

Aku menghembuskan nafas lelah. Perutku kembali keram. Mungkin karena aku tadi berdiri secara tiba-tiba dan berlari mengejar Katherine.

"Assalamu'alaikum."

Aku baru saja mau duduk, tapi ada seseorang yang bertamu. Terpaksa aku harus berjalan ke depan lagi.

"Iya waalaikumsalam," sahutku setengah berteriak.

Dengan langkah pelan aku berjalan menuju teras sambil memegang perutku yang semakin menjadi-jadi rasa keramnya. Saat rasa nyeriku semakin tidak tertahan aku berhenti sejenak dengan tangan kiri bersandar di dinding. 

"Akhh."

Aku terduduk di lantai dengan kedua tangan menekan perutku yang semakin sakit.

"Tolong," lirihku.

Terdengar suara langkah kaki seseorang dengan terburu-buru. Tapi sebelum aku melihat siapa yang datang, kegelapan sudah menghampiri ku.

🍁🍁🍁

Darren pagi-pagi sekali kembali ke apartemennya. Dia sudah berpamitan pada Kayla dan memberitahunya jika ia nanti malam tidak pulang ke rumah orangtuanya.

Sesampainya Darren di sana, dia dikejutkan dengan kedatangan seorang perempuan dan wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu unit apartemen miliknya.

"Kak Darren!" Perempuan itu berhambur ke pelukan Darren. Ia pun membalas pelukannya tak kalah erat.

"Sejak kapan kalian datang?" tanya Darren sambil melepaskan pelukan dari sang adik.

Matanya yang tajam menatap wanita paruh baya itu dengan penuh kerinduan. "Mama apa kabar? Maaf aku belum bisa menengok Mama."

Wanita paruh baya itu memegang pipi Darren dan memeluknya. "Mama kangen sama kamu Darren. Mama kesepian di rumah itu sendirian. Mama juga kangen sama anak laki-laki Mama."

Married with Mr. Bule [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang