Happy reading guys! 😘
~
~
~
~
"Kayla Nadhifa Almaira."
Aku mengacungkan tanganku. "Hadir, Pak."
"Baiklah anak-anak, semuanya sudah lengkap. Sekarang kita berdoa dulu supaya kita sampai di tempat tujuan dengan selamat."
"Sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, berdoa dipersilahkan."
"Ya Allah, berikanlah hamba dan semua teman-teman hamba keselamatan sampai tujuan. Aamiin," doaku dalam hati.
Senyuman ku sedari tadi tidak pernah luntur. Aku selalu terbayang suasana senja di Pantai Kuta dan tebing-tebing indah di Pantai Pandawa.
"Heh!"
Aku merasakan tepukan di pundak ku.
"Ayo masuk ke bus. Kamu mau ditinggal di sini?"
Aku tersenyum lebar dan segera menarik tangan sahabat ku.
"Pelan-pelang dong, aduh!"
Katherine hanya pasrah saja saat aku menarik-narik tangannya. Kami memilih tempat duduk yang berada tepat di tengah-tengah. Sebelumnya, semua koper sudah dimasukkan ke dalam bagasi. Jadi aku hanya membawa tas selempang ku dan tas yang berisi mukena
"Ck, lama banget sih."
Aku hanya tersenyum dan mengusap pundak sahabat ku. "Sabar, bus kita itu paling belakang sendiri. Jadi harus nunggu bus yang paling depan jalan dulu."
Katherine mencebikkan bibirnya kesal dan aku hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabat ku ini.
Aku teringat belum mengabari Umi dan Abi. Ku ambil smartphone milik ku dan mengirim pesan singkat pada Umi dan Abi.
Assalamualaikum Umi, bus Kayla udah mau jalan. Handphone Kayla matiin ya, supaya baterainya tahan lama. Doain Kayla selamat sampai tujuan ya Umi. Nanti Kayla beliin oleh-oleh pie susu buat Umi dan Abi. Kayla sayang Umi ❤️
Setelah mengirim pesan singkat untuk Umi, aku membuka room chat-ku dengan Abi.
Assalamualaikum Abi, Kayla berangkat dulu ya. Abi jaga kesehatan, jangan lembur terus. Kasihan Umi di rumah nggak ada yang nemenin. Doain Kayla juga ya Abi, semoga Kayla sampai ke tujuan dengan selamat. Nanti Kayla beliin oleh-oleh pie susu deh. Kayla sayang Abi ❤️
Lalu aku mematikan smartphone ku dan memasukkan benda kotak itu ke dalam tas selempang. Aku melirik ke arah sahabat ku dan ternyata dia telah tertidur. Aku membetulkan posisi tidur Katherine supaya ketika bangun nanti badannya tidak pegal.
Disepanjang perjalanan, aku hanya melihat pemandangan melalui jendela yang berada di sampingku. Beda dengan sahabat ku ini, dia malah memilih tidur.
Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melihat dunia luar, dunia selain kota kelahirkan ku di Semarang. Tapi lama kelamaan, rasanya aku mulai mengantuk dan mataku juga mulai memberat. Akhirnya tanpa sadar aku pun tertidur.
🍁🍁🍁
"Selamat malam anak-anak. Ayo bangun semuanya! Teman-temannya dibangunin ya. Sekarang kita sudah sampai di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur."
Dengan keadaan setengah sadar, aku menghidupkan smartphone ku dan aku melihat jika sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB.
Aku melirik ke arah sahabat ku yang masih tertidur.
"Katherine, ayo bangun! Kita harus turun, ini sudah sampai di pelabuhan." Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil sesekali menguap.
"Eunghh." Katherine akhirnya bangun sambil mengucek-ucek matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married with Mr. Bule [END]
Roman pour AdolescentsJudul lama : Pernikahan atau Permainan Cover by Pinterest Aku tidak menyangka perjalanan study tour ku ke Bali akan mempertemukan ku dengan pria bule itu. Pria bule yang kini resmi menjadi suamiku bahkan disaat umurku belum genap 18 tahun. Berawal d...
![Married with Mr. Bule [END]](https://img.wattpad.com/cover/247897427-64-k89150.jpg)