Fakta Menarik

5K 320 8
                                        

Setibanya di basement apartemen, Darren keluar dari mobilnya dan bergegas menuju unit apartemen miliknya. Begitu sampai di depan pintu, dia menekan pin dengan cepat.

Ckklek

Tanpa basa-basi, Darren langsung masuk begitu saja dan berdiri di depan kamar Kayla.

Tok..tok..tok

"Kayla!" serunya dengan rasa khawatir.

Hening, tidak ada balasan.

Darren menggedor pintunya lebih keras dan berteriak memanggil nama istrinya. "KAYLA!!"

Sungguh, dia benar-benar cemas dan khawatir. Darren mencoba membuka pintunya dan berhasil. Ternyata pintu itu tidak dikunci. Saat masuk, kesan pertama yang ia rasakan adalah tenang dan hangat. Bau harum dari tubuh istrinya tertinggal di kamar ini.

Tapi, seseorang yang dia cari tidak ada. Darren membuka pintu kamar mandi dan nihil. Tidak ada orang sama sekali. Dia keluar dari kamar itu dan menelpon Alex.

"Cari posisi Kayla sekarang!"

Tanpa menunggu balasan dari sahabatnya, Darren langsung menutup panggilannya begitu saja. Dengan gusar ia duduk di sofa sambil menyugar rambutnya dan memijit pelipisnya pelan. Sungguh, ia pusing dan penat sekarang.

"Berarti tadi Kayla ada di rumah sakit yang sama? Jadi Kayla melihat ku dengan__"

Sadar akan sesuatu, Darren mengumpat dan merutuki kecerobohannya. "Shit!"

Deringan telpon mengalihkan perhatiannya, nama seseorang yang ia tunggu-tunggu terpampang jelas di layar.

"Dimana Kayla?" tanyanya cepat tanpa basa-basi.

Setelah mendengar jawaban dari Alex, Darren menghela napas lega. Bebannya sedikit berkurang mendengar kabar jika Kayla berada di rumah orangtuanya sekarang.

"Bagaimana cara ku menjelaskan padanya?"

🍁🍁🍁

Mobil taxi yang ditumpangi Shopia berhenti di depan sebuah rumah mewah.

"Permisi ada yang bisa saya bantu, Nona?"

Satpam yang menjaga rumah itu bertanya dengan ramah. Namun, Shopia hanya melirik satpam itu sekilas dan menatap ke arah lain.

"Saya ingin bertemu dengan Brianna," jawabnya dengan dagu yang ditegakkan.

Satpam tersebut mengangguk cepat dan membuka gerbangnya. "Silakan masuk, Nona."

Tanpa mengucapkan terima kasih, Shopia nyelonong masuk begitu saja. Satpam yang membukakan gerbang tadi menggelengkan kepala pelan.

"Tidak majikan, tidak temannya sama-sama sombong," gumam satpam itu dan kembali ke pos-nya.

Shopia menekan bel di samping pintu besar di hadapannya. Tak lama kemudian pintu itu terbuka.

 Tak lama kemudian pintu itu terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Married with Mr. Bule [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang