RH| 03 JALAN-JALAN

67 31 4
                                        

Pagi itu, Arella masih sibuk dengan panggilan video dari Sarah. Mereka berbicara cukup lama, meski awalnya pembicaraan itu membuat Arella merasa sebal. Yasmin, mantan sahabat mereka berdua, kembali jadi topik yang bikin suasana hati Arella sedikit keruh. 

"Rel, gue beneran gak ngerti deh, Yasmin itu sebenernya maunya apa. Udah lama kita gak ada hubungan, tapi dia masih aja nyindir gue. Kayak gak ada kerjaan lain," keluh Sarah sambil memainkan rambutnya yang digelung asal. 

Arella, yang duduk bersandar di sofa kamar, menghela napas panjang. "Gue udah bilang kan, Sarah? Yasmin itu orangnya gak bisa ngeliat orang lain bahagia. Kalau gak drama, kayaknya hidupnya gak lengkap." 

Sarah mengangguk, tapi raut wajahnya masih penuh frustrasi. "Iya sih, tapi gue tuh kadang gak tahan. Kalau lagi bawa-bawa nama gue di grup, itu rasanya kayak... aduh, ngerti kan? Kesel banget!" 

Arella meraih botol air di meja kecil di sebelahnya, meneguk sedikit, lalu menjawab, "Sumpah, gak usah diladenin. Yasmin itu kayak balon udara, makin ditarik makin meledak. Udah, lu biarin aja dia ngomong. Yang penting lu gak ada salah apa-apa." 

Sarah menghela napas, mencoba setuju meski tetap ada sedikit keraguan. "Oke deh. Gue bakal coba cuekin. Eh, lu sendiri ada acara apa hari ini?" 

Arella menoleh ke arah tasnya yang sudah disiapkan. "Kayaknya bakal pergi ke mall. Reyhan ngajak gue jalan-jalan, atau lebih tepatnya, kakek gue maksa dia ngajak gue keluar." 

Sarah langsung tertawa keras. "Wah, wah! Rel diajakin jalan sama cowok! Jangan-jangan ini kode buat deketin lu?" 

Arella memutar bola matanya. "Sarah, please. Reyhan itu gak ada apa-apanya buat gue. gak ada yang spesial." 

"Jangan terlalu cepat ngomong gitu, Rel. Kadang, orang yang kita pikir biasa aja malah jadi yang paling spesial," ledek Sarah sebelum mereka akhirnya menutup telepon. 

***

Setelah panggilan itu, Arella bersiap-siap dengan sedikit malas. Ia mengenakan dress kasual berwarna biru pastel, memadukannya dengan sneakers putih, dan membawa tas selempang kecil. 

Saat Arella turun ke ruang tamu, Reyhan sudah menunggu di sofa sambil memainkan ponselnya. Dia mengenakan kaos putih dengan jaket denim, terlihat santai seperti biasanya. 

"Rel, gue udah nunggu dari tadi. Lama banget sih," keluh Reyhan begitu melihat Arella muncul dari tangga. 

"Baru juga lima menit. Lu aja yang gak sabaran," jawab Arella sambil berjalan mendekat. 

Mereka berpamitan dengan kakek dan nenek Arella sebelum akhirnya pergi. Perjalanan ke mall diisi dengan obrolan ringan dan sesekali candaan Reyhan yang sukses membuat Arella memutar mata. 

***

Sesampainya di mall, Reyhan langsung mengarahkan Arella ke sebuah restoran yang terkenal dengan menu steak-nya. "Kita makan dulu, gue udah laper banget. Kalau gak makan sekarang, gue bisa pingsan," katanya sambil mendorong pintu restoran. 

Arella mendengus kecil. "Drama lu lebay, Han." 

Setelah memesan makanan, mereka menunggu sambil ngobrol santai. Reyhan bercerita tentang pengalaman konyolnya di kampus, sementara Arella lebih banyak mendengarkan sambil sesekali mengomentari cerita Reyhan dengan nada sarkastik. 

Namun, momen santai itu tiba-tiba terganggu saat seorang perempuan memanggil nama Reyhan dari kejauhan. 

"Reyhan?" 

Arella menoleh ke sumber suara dan melihat seorang perempuan berambut panjang dengan penampilan elegan berjalan mendekat. Wajah Reyhan langsung berubah, dan Arella bisa melihat ketidaknyamanan di sana. 

"Aurora," gumam Reyhan pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri. 

"Hei, apa kabar? Lama gak ketemu," sapa Aurora dengan senyum lebar. 

Reyhan mencoba tersenyum, meski jelas ada rasa canggung di wajahnya. "Baik. Kamu sendiri gimana?" 

Aurora mengangguk. "Baik juga. Eh, siapa ini?" tanyanya sambil melirik Arella. 

Arella, yang merasa sedikit terganggu dengan tatapan Aurora, langsung menjawab tanpa berpikir panjang. "Bukan siapa-siapa. Maksudnya, bukan pacarnya." 

Aurora tersenyum tipis, lalu tertawa kecil. "Oh, oke. Aku pikir kalian pasangan. Maaf ya, salah sangka." 

Reyhan hanya tersenyum kaku tanpa mengatakan apa-apa. Setelah beberapa basa-basi singkat, Aurora akhirnya pamit dan berjalan pergi. 

Begitu Aurora menghilang dari pandangan, Arella langsung menatap Reyhan dengan tatapan menyelidik. "Itu siapa?" 

"Orang biasa," jawab Reyhan singkat. 

"Biasa? Reaksi lu tadi gak kayak ngeliat orang biasa," balas Arella sambil menyilangkan tangannya. 

Reyhan menghela napas. "Mantan gue. Tapi gak ada yang perlu dibahas, oke? Yuk, lanjut makan." 

Arella mendengus, merasa Reyhan terlalu defensif. Tapi ia memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan itu. 

***

Setelah makan, mereka berjalan-jalan mengelilingi mall. Reyhan terus mengajak Arella ke berbagai toko, meski Arella sebenarnya tidak tertarik untuk belanja. 

"Lu seneng banget jalan-jalan kayak gini ya?" tanya Arella sambil memandang Reyhan yang sedang melihat-lihat jam tangan di sebuah toko. 

"Ya iyalah. Sekalian nyari sesuatu buat kakek dan nenek lu. Kan gue harus berterima kasih karena udah dikasih makan enak di rumah mereka," jawab Reyhan sambil tersenyum. 

Arella hanya menggelengkan kepala, tapi diam-diam ia merasa terkesan dengan perhatian Reyhan. 

Mereka menghabiskan waktu cukup lama di mall sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang, Arella sempat melamun, memikirkan Aurora dan sikap Reyhan yang aneh tadi. 

"Apa yang lu pikirin?" tanya Reyhan tiba-tiba. 

"Gak ada," jawab Arella cepat. 

"Jangan bohong. Gue tau lu pasti mikirin sesuatu. Kalau itu soal Aurora, udah gue bilang kan, gak ada yang perlu dibahas." 

Arella mendengus kecil. "Gue gak mikirin dia. Gue cuma mikir, kenapa gue mau-mau aja diajak jalan sama lu." 

Reyhan tertawa kecil. "Karena lu gak punya pilihan." 

Arella memutar bola matanya lagi. "Bodo amat." 

Reyhan hanya tersenyum, merasa puas telah membuat Arella kesal

Oke sampe sini dulu guys, insya allah setiap hari akan up di jam 10 pagi, di usahain 2x setiap hari, 10 pagi dan 9 malam

Jangan lupa tinggalkan jejak,makasih yang udah baca semoga suka ya🧡🧡

Di part selanjut nya akan ada pemeran baru siap2 ya

Ketemu di part selanjutnya😘

Jangan lupa vote sama follow ya

Alenaf19 🍓

Publikasi 27 Juni 2021

REL & HAN  (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang