Reyhan duduk di meja sudut sebuah kafe kecil yang jarang dikunjungi. Tangannya memegang ponsel, sementara pandangannya terpaku pada pintu masuk. Napasnya sedikit tertahan setiap kali seseorang masuk, tapi wajahnya kembali tenang ketika bukan sosok yang dia tunggu. Setelah beberapa menit, pintu kafe akhirnya terbuka lagi, dan seseorang masuk dengan langkah ringan. Dia langsung mengenali senyuman itu.
"Hai, lama nggak ketemu," ucap perempuan itu sambil duduk di depannya.
"Hai," balas Reyhan dengan senyum tipis. "Maaf banget gue nggak nemuin lu waktu itu. Gue... sakit, dan gue nggak mau bikin lu khawatir."
Perempuan itu mengangguk. Wajahnya lembut, tapi ada sorot mata yang sulit ditebak. "Nggak apa-apa, Rey. Gue ngerti. Yang penting sekarang lu udah baik-baik aja, kan?"
Reyhan mengangguk. Mereka mulai ngobrol santai, membahas kehidupan masing-masing sejak terakhir kali mereka bertemu. Perempuan itu, yang identitasnya masih misterius bagi pembaca, terlihat nyaman. Mereka berbagi tawa kecil, meskipun ada momen-momen di mana pembicaraan terasa menggantung, seolah ada sesuatu yang tidak terucapkan.
Setelah satu jam, Reyhan berdiri lebih dulu, mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya. "Gue senang kita bisa ketemu lagi. Gue harap kita bisa sering kayak gini."
"Gue juga," jawabnya, senyumannya tak pernah luntur. Tapi ketika Reyhan berbalik dan pergi, dia menatap punggung Reyhan dengan tatapan yang sulit diartikan.
***
Reyhan tiba di sebuah tempat makan sederhana di mana teman-temannya sudah menunggu. Jovano, Dimas, Fariel, dan David sedang heboh membahas sesuatu yang hanya mereka pahami. Begitu Reyhan duduk, Jovano langsung menyodorkan es teh manis sambil tersenyum jahil.
"Akhirnya ketua datang! Lama amat, lu ketemu siapa?" goda Jovano.
"Apaan sih, Van? Biasa aja," Reyhan menepis sambil menyembunyikan senyum kecilnya.
Dimas menyipitkan mata, ikut menggoda. "Nggak mungkin biasa aja. Muka lu keliatan beda, Rey. Cerita dong, siapa ceweknya?"
Reyhan hanya tertawa, tidak memberikan jawaban apa pun. Fariel yang biasanya pendiam ikut menyahut, "Pasti ada sesuatu yang lu sembunyiin. Tapi nggak apa-apa, kita tunggu sampe lu siap cerita."
Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda, membahas rencana liburan yang sebenarnya belum tentu terlaksana. Reyhan merasa lebih ringan bersama mereka, meskipun pikirannya sesekali melayang ke pertemuannya tadi.
Saat sedang makan, ponsel Reyhan bergetar. Sebuah pesan muncul di layar: "Thanks for today. It means a lot." Reyhan tersenyum tipis sambil mengetik balasan singkat, "Anytime."
"Tuh kan, siapa sih?" David akhirnya bersuara, nada bicaranya datar seperti biasa tapi dengan tatapan penuh selidik.
"Bukan siapa-siapa," Reyhan menjawab sambil mengantongi ponselnya. Jovano tertawa keras, "Yaelah, lu jawab gitu makin bikin kita penasaran, tau!"
Reyhan hanya menggeleng sambil tersenyum, membiarkan teman-temannya menggoda tanpa memberikan petunjuk lebih lanjut.
***
Reyhan kembali ke kamarnya malam itu dengan pikiran yang bercampur aduk. Pertemuan dengan perempuan itu membuatnya merasa hangat sekaligus canggung. Dia tahu ada hal-hal yang belum selesai antara mereka, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan perasaan yang mulai tumbuh lagi.
"Kenapa rasanya jadi rumit gini," gumam Reyhan sambil menatap langit-langit kamarnya. Dalam hati, dia tahu harus mengambil keputusan, tapi dia juga takut keputusan itu akan menyakiti orang lain. Untuk sementara, dia memilih untuk tidak memikirkan terlalu jauh dan membiarkan waktu yang menjawab segalanya.
Hai
Gimana kabar kalian? Semoga sehat-sehat ya.
Gimana part yang ini? Seru gak?
Kira-kira David punya perasaan sama Arel gak ya, kok kaya lebih sweet gitu ya.
Seperti biasa aku mau bilang makasih banyak buat kalian yang selalu support aku, selalu nunguin cerita aku, makasih buat vote dan komennya.
Dan maaf kalo masih banyak typo dan alur yang berantakan secepatnya aku bakal balik ke part ini buat revisi lagi.
Kalian jaga kesehatan ya
Ketemu di part selanjutnya
Bye
Alenaf19 ✨
-13 Desember 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
REL & HAN (END)
Teen FictionReyhan Alexander adalah cowok tampan dengan kepribadian yang bikin banyak cewek terpikat. Sebagai anak dari seorang pengusaha sukses, Reyhan sering terlihat menikmati hidup dengan caranya sendiri. Dia suka melakukan hal-hal spontan seperti keliling...
