Arella dan Sarah sampai di rumah kakek dan neneknya setelah perjalanan singkat. Begitu mobil berhenti, Arella membuka pintu dan keluar, disusul oleh Sarah yang tampak santai.
"Gue pasti udah kangen banget sama rumah ini," kata Sarah sambil tersenyum.
Arella hanya tertawa pelan, "Gue juga. Tapi lebih kangen sama masakan Nenek sih."
Pintu rumah terbuka, dan Kakek Arella muncul dari ruang tamu. "Eh, Sarah! Datang juga akhirnya, sudah lama banget gak ke sini," katanya sambil melangkah ke arah mereka dan memeluk Sarah.
"Sarah kangen banget, Kakek!" Sarah membalas pelukan itu dengan senyuman lebar.
Nenek Arella yang mendengar keramaian langsung muncul dari dapur. "Sarah, Sarah! Gimana kabar kamu? Udah gede banget ya!" Nenek tertawa bahagia, memeluk Sarah erat. "Arel, bawa Sarah ke meja makan, Nenek udah siapin makan malam."
Arella dan Sarah duduk di meja makan yang sudah penuh dengan hidangan. Nenek mulai menanyakan soal kabar Yasmin, yang tentu saja tak bisa dihindari. Sebagai keluarga yang sudah dekat, mereka tahu soal Yasmin, sahabat lama Arella.
"Gimana Yasmin? Lama gak denger kabarnya," tanya Kakek dengan perhatian yang tulus.
Arella berhenti sejenak, menurunkan garpunya, dan berpikir sebentar. "Yasmin sibuk, Kakek. Lagi banyak kerjaan, jadi belum sempat ketemu," jawab Arella dengan suara santai, berusaha menutupi keraguan di hatinya.
Kakek mengangguk paham. "Oh, begitu. Yaudah, kalau ada waktu, ajak dia ke sini ya."
Arella hanya mengangguk, berusaha tersenyum meski hatinya sedikit tertekan. Yasmin memang sedang sibuk, tapi bukan karena pekerjaan semata. Ada banyak hal yang belum selesai di antara mereka.
Setelah makan malam bersama Kakek dan Nenek di rumah, Arella dan Sarah merasa sangat puas. Mereka menghabiskan waktu dengan bercakap-cakap ringan dan mengenang masa-masa kecil mereka. Setelah itu, Kakek dan Nenek menawarkan untuk menginap, dan Arella pun setuju. Mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama di rumah ini, dan Arella merasa nyaman berada di sini.
Di kamar tidur, Arella dan Sarah duduk di ranjang, menikmati suasana yang tenang. Arella melepaskan sepatu dan menyandarkan punggungnya ke bantal. Sarah duduk di sisi ranjang, memiringkan tubuhnya, dan menatap Arella dengan serius.
"Arel, lu gimana? Ngerasa oke gak sih setelah semuanya? Yasmin, Reyhan, semua tuh kayak numpuk banget," tanya Sarah dengan nada khawatir, tapi juga penuh perhatian.
Arella menghela napas panjang dan menatap langit-langit kamar. "Gue gak tahu ya, Sarah. Kadang gue cuma pengen semuanya jadi lebih sederhana. Kadang rasanya berat banget kalau harus terus-terusan mikirin Yasmin, apalagi setelah kejadian itu," jawabnya pelan, seolah-olah mencari kata-kata yang tepat.
Sarah menunduk, menimbang-nimbang kata-kata Arella. "Gue ngerti, Arel. Lu tuh selalu berusaha jaga semua orang, tapi kadang lu lupa buat diri lu sendiri. Lu gak harus terus-menerus ngurusin orang lain kalau itu udah bikin lu capek," kata Sarah lembut, mencoba memberi pengertian.
Arella terdiam beberapa saat, lalu mengangguk pelan. "Gue tahu, gue tahu... Kadang gue juga merasa kayak gak bisa keluar dari semuanya. Tapi, buat Yasmin... buat sahabat-sahabat yang lain, gue merasa harus ngelakuin sesuatu," jawabnya dengan nada lemah, sedikit terselip rasa penyesalan.
Sarah mendekat, memeluk Arella dari samping. "Lu gak sendirian, Arel. Gue ada kok. Dan, kalau lu merasa beban itu terlalu berat, ayo kita bicarakan. Jangan terus-terusan ditahan," ujar Sarah dengan suara hangat, menenangkan Arella yang masih merasa ragu.
Arella tersenyum tipis, merasa sedikit lebih ringan setelah mendengarnya. "Makasih, Sarah. Gue tahu gue bisa ngandelin lu. Gue cuma takut kalau segala sesuatu nggak bisa kembali kayak dulu... terutama soal Yasmin," ucapnya, sedikit terbata. Yasmin, meski masih sahabat lamanya, kini terasa jauh dan asing.
KAMU SEDANG MEMBACA
REL & HAN (END)
Teen FictionReyhan Alexander adalah cowok tampan dengan kepribadian yang bikin banyak cewek terpikat. Sebagai anak dari seorang pengusaha sukses, Reyhan sering terlihat menikmati hidup dengan caranya sendiri. Dia suka melakukan hal-hal spontan seperti keliling...
