RH| 06 CARI ANGIN

47 26 7
                                        

Markas Reyhan terasa sangat berbeda dari biasanya. Suasana di ruangan itu tampak lebih santai, meskipun Arella merasa ketegangan masih terasa di udara. Setelah berkenalan dengan teman-teman Reyhan, Arella memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Kebetulan, kamar mandi itu tidak jauh dari tempat mereka berkumpul, hanya beberapa langkah di balik pintu kecil.

Arella melangkah dengan santai, berusaha untuk tidak terlalu memikirkan apa pun. Namun, ketika melewati salah satu sudut yang agak tertutup, tiba-tiba dia mendengar suara percakapan. Diam-diam, Arella berhenti dan menempelkan telinganya ke dinding. Suara itu datang dari Reyhan dan beberapa temannya yang sedang berdiskusi serius. Arella mendekat sedikit untuk mendengarkan lebih jelas.

"...Revano nantang gue balapan, Rey. Dia bilang kalau gue menang, gue bakal dapat uang banyak," suara David terdengar dari balik dinding.

"Dia gak tahu batasannya, ya?" suara Jovano menyahut, terdengar sedikit cemas. "Balapan kayak gitu gak main-main, Rey."

Arella terdiam. Revano? Apa hubungannya Revano dengan Reyhan? Kenapa tiba-tiba dia menantang David? Suasana semakin mencekam saat Arella mendengar jawaban Reyhan yang terdengar penuh pertimbangan.

"Gua gak mau Arel terlibat," kata Reyhan, suaranya terdengar sangat serius. "Gua bakal anter dia pulang dulu, baru urus itu semua."

Arella merasa hatinya semakin berat mendengar itu. Apa yang sedang direncanakan oleh Reyhan? Apa yang akan terjadi dengan Revano dan Reyhan dalam balapan itu? Banyak sekali pertanyaan yang menggelayuti pikirannya, tapi Arella tahu, dia harus berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Setelah beberapa detik, Arella segera melangkah mundur dan masuk ke kamar mandi. Begitu selesai, dia keluar dan berjalan kembali ke ruang utama. Ketika Reyhan melihatnya, dia tampak sedikit cemas.

"Lu sudah selesai?" tanya Reyhan sambil mencoba tersenyum, meskipun raut wajahnya tidak sepenuhnya rileks.

"udah, Han," jawab Arella dengan senyum lebar, berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.

Reyhan mendekatinya dan berkata, "Gue mau antar lu pulang, Arel. Ada beberapa urusan yang harus gue selesaikan."

Arella yang merasa penasaran, namun tidak ingin terlibat, tersenyum dan pura-pura tidak tahu. "Gak usah repot-repot, Han. Gua mau jalan-jalan dulu sebentar, cari angin."

Reyhan menatapnya, tampak ragu sejenak, namun akhirnya ia mengangguk. "Oke, tapi jangan lama-lama. Gue gak mau lu sendirian di luar."

Namun, tiba-tiba Reyhan memegangi perutnya dengan ekspresi kesakitan. "Eh, gue sakit perut. Kayaknya gue gak bisa nemenin lu. David, lu yang nemenin Arel, ya?" katanya, mengarah ke David yang sedang duduk tidak jauh dari mereka.

David hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, dan Arella yang merasa aneh dengan situasi ini hanya mengiyakan. "Oke, makasih ya, David."

Perjalanan mereka dimulai dengan hening. David, yang tampaknya lebih memilih diam, tidak banyak bicara. Arella merasa sedikit canggung dan bingung dengan sikap David yang selalu diam dan datar. Setelah beberapa waktu berjalan, mereka melewati sebuah warung kecil yang menjual permen. Arella, yang merasa ingin membeli lollipop, akhirnya menghentikan langkahnya.

"Gua beli permen sebentar ya," kata Arella sambil melirik David.

David hanya mengangguk, tidak berkata apa-apa. Arella melangkah masuk ke warung dan langsung menuju rak permen. Namun, saat tangannya hendak meraih permen yang dia inginkan, tiba-tiba tangan seseorang lebih cepat mengambilnya.

"Eh, Revano?" Arella terkejut begitu melihat sosok itu di hadapannya.

Revano tersenyum tipis, menatap Arella sejenak sebelum mengambil permen tersebut dan berkata, "Lu pasti suka ini, kan?"

Arella merasa tidak nyaman dengan kehadiran Revano, terutama setelah mendengar percakapan tadi. Namun, sebelum Arella bisa mengatakan apa-apa, David yang berdiri di belakangnya langsung bergerak cepat. "Arel, jangan terlalu dekat sama dia," ujar David dengan nada yang lebih serius.

Revano menatap David dengan tatapan tajam, namun dia tidak berkata apa-apa. David segera menarik Arella dengan lembut, "Kita pulang," kata David sambil mengarahkan Arella keluar dari warung.

Arella merasa ada yang aneh dengan sikap David, yang tiba-tiba sangat protektif terhadapnya. "David, ada apa sih?" tanya Arella bingung.

David tetap diam, hanya menatap jalan di depannya. Arella, meskipun penasaran, memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. Perasaan tidak nyaman terus menggelayuti hatinya.

Sesampainya di markas Reyhan, David tanpa banyak bicara membawa Arella ke dalam dan menutup pintu di belakangnya dengan cepat. Arella merasa semua yang terjadi semakin membingungkan. Ada banyak hal yang masih belum dia ketahui, dan dia semakin yakin, bahwa kejadian-kejadian ini akan membawa mereka ke dalam sebuah situasi yang lebih rumit.

Apa sebenarnya yang terjadi antara Reyhan dan Revano? Mengapa David seolah sangat melindunginya? Semua pertanyaan itu semakin mengganggu pikirannya, dan Arella merasa bahwa dia tak bisa lagi mengabaikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Makasih yang udah baca💜💜

Doain ya biar bisa rutin up🥺
Jangan lupa vote dan follow ya

Maaf kalo masih banyak typo, masih berantakan, dan gak jelas 😔semoga aku bisa lebih baik lagi kedepannya

Ketemu di part selanjutnya 🐣

Bye

Alenaf19 🍓

Publikasi 12 Juli 2021

REL & HAN  (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang