(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Abela mengigit bibir dalamnya gugup. Luka di perutnya sedang di olesi obat oleh Rikhan. Abela merasa gugup karena itu.
Kenapa harus Rikhan sih? Padahal Abela tau kalau mamanya masih ada di rumahnya. Dan mengingat tadi dirinya menangis di hadapan Rikhan bertambah membuat Abela ingin menenggelamkan dirinya ke rawa-rawa.
Itu sungguh memalukan!
"Ela, apa masih sakit? Kenapa wajahmu merah sekali?" Rikhan menyentuh pipi Abela lembut.
Deheman Abela terdengar.
"Nggak papa kok!" Abela menolehkan wajahnya kesamping agar tangan Rikhan menyingkir dari pipinya.
Setelah Rikhan mengoleskan salep, lukanya yang tadinya terasa panas dan perih kini terasa dingin.
Abela bukannya menye-menye tapi sup panas itu benar-benar mengenai perutnya. Bayangkan saja air mendidih mengenai kulit itu sungguh menyakitkan! Untungnya tadi saat terkena sup Abela sedikit memundurkan tubuhnya kalau tidak Abela yakin kalau bukan hanya perutnya saja yang terkena sup mendidih itu.
"Ayo makan dulu." Suara Rikhan terdengar lembut di telinga Abela.
"Aku bisa makan sendiri." Ucap Abela saat melihat Rikhan menyodorkan sendok kearah mulutnya.
"Aku suapi." Rikhan memaksa.
"Please! Yang sakit itu perutku bukan tanganku. Aku bisa makan sendiri!" Abela tidak mau mengalah.
"Aku suapi Ela!" Helaan nafas keras Abela keluarkan. Karena sudah merasa kelaparan untuk saat ini Abela menuruti kemauan Rikhan.
"Good girl." Rikhan tersenyum jahil saat akhirnya Abela mau membuka mulutnya. Dengusan kesal Abela terdengar.
Abela menatap Rikhan lekat.
Abela teringat tatapan Rikhan saat dirinya terkena sup panas. Mata Rikhan memancarkan perasaan kalut, khawatir, cemas. Apa dirinya sepenting itu bagi lelaki di hadapanya ini?
---
Malam telah tiba. Suara canda dan tawa terdengar di taman rumah Rikhan dan Abela. Saat ini terdapat banyak orang berkumpul di rumah Abela.
Ada sepupu Rikhan Peter dan Hasya, si centil Lusy pun ada. Dan Wildan Salsa berserta anaknya. Para orang tua Rikhan dan Abela ditambah Nadia dan Jessi pun tak ketinggalan.
Abela baru tahu kalau memang rencananya mereka akan merencanakan pesta barbeque dirumah Abela. Karena insiden tadi pagi hampir saja pesta dibatalkan oleh Rikhan tapi berkat bujukan Abela untuk tidak membatalkan pesta barbeque, Rikhan akhirnya luluh dan tetap mengadakan pesta barbeque di rumahnya.
"Gimana? Hot ga si Rikhan? Ais pasti seru deh honeymoon di Yunani. Kapan lagi ye kan?" Ucap Nadia.
"Yoi tuh, duh romantis deh! Bayanginya jadi pengen di halalin tapi ngga ada yang mau ngehalalin gue!" Jessi menyahut. Nadia mencibir.