(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Abela menghela nafasnya kesal saat bangun dan merasakan sakit diperutnya karena hari pertama menstruasinya. Ternyata kemarin sikap moodswingnya disebabkan akan datangnya tamu bulanan. Huh gue gak mungkin cemburu sama cewek kemarin, kemarin hari sensi gue makanya sikap gue kaya gitu. Iya pasti karena itu kemarin gue bersikap kaya gitu. Elak batin abela.
"Ugh..," Lenguhan sakit Abela kembali terdengar jari-jari tangannya memegang perutnya lebih erat. Setelah dari kamar mandi Abela langsung merebahkan tubuhnya dikasurnya lagi karena merasakan kram diperutnya datang. Abela meringis nyeri, saat-saat hari pertama seperti ini Abela akan selalu merasakan nyeri perut karena datang bulan, biasanya jika sedang ada dirumah Abela akan dibantu bi Gendis mengoleskan minyak kayu putih diperutnya.
Tok...tok...tok
"Ela?"
Tok...tok..
"Ela apa kau sudah bangun?"
Ketukan pintu didepan kamarnya tidak Abela hiraukan karena hanya sakit di perutnya yang menjadi fokusnya. Suara ketukan semakin terdengar keras dibarengi dengan suara Rikan yang tegas dan dingin sedikit berubah seperti nada khawatir. Abela tetap tidak menjawab panggilan Rikhan didepan pintu, Abela memejamkan matanya menahan sakit.
Suara pintu dibuka dengan kasar. Setelah itu Abela bisa merasakan ada pergerakan diranjang sebelahnya, membuat Abela sedikit membuka matanya tapi hanya sebentar lalu Abela merasakan elusan dikepalanya, saat sadar Rikhanlah yang menerobos masuk kamarnya dan pelaku elusan dikepalanya Abela kembali menutup matanya. Rikhan yang melihat bibir pucat Abela dan juga tangan Abela yang memegang perutnya seperti menekan rasa sakit disana membuat Rikhan panik seketika.
"Ela ada apa, apa yang sakit. Akan kupanggilkan dokter ah tidak itu pasti memakan bangak waktu. Ayo kita kerumah sakit saja sekarang?" Nada khawatir dan panik yang dikeluarkan dari mulut Rikhan membuat Abela membuka matanya dan mendengus malas karena sikap berlebihan Rikhan. "Aku sedang datang bulan, ugh..sakit. tidak perlu kerumah sakit," jelas Abela sembari meringis.
"Apa yang harus kulakukan untuk membantumu kalau begitu," Tanya Rikhan mencoba bersikap tenang.
"Diamlah," Jawab Abela.
"Sebentar," Abela tidak menghiraukan Rikhan. Rikhan berjalan kearah pintu keluar dan berhenti disamping pintu kamar Abela. Didepanya ada interkom lalu jarinya menekan tombol interkom agar interkom tersambung dengan interkom di bagian dapur.
"Ya tuan?"
"Bu Mia, Abela sakit keatas sekarang," perintah Rikhan, mendengar nada suara khawatir tuanya membuat Bu Mia ikut khawatir.
"Baik tuan," Bu Mia segera saja berlari kelantai dua karena khawatir terhadap calon nyonyanya.
"Nona sakit apa tuan?" Bu Mia berkata dengan khawatir setelah sampai dikamar Abela.