Bab: Empatbelas

9.1K 323 4
                                        

Abela tersentak dalam tidurnya saat memimpikan masa lalunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Abela tersentak dalam tidurnya saat memimpikan masa lalunya. Rambutnya sedikit basah, Abela menekuk kakinya dan membenamkan wajahnya kedalam kakinya.  Terdengar deru nafas Abela yang tidak teratur yang perlahan berubah menjadi isakan kecil dan raungan sakit yang Abela rasakan. Jam masih menunjukan pukul 1 dini hari.

Saat masih sibuk menangis Abela tersadar oleh  dering teleponnya. Siapa orang sibuk yang jam segini mau ngerecokin hidup orang? Batin kesal Abela. Sedetik kemudian Abela mengambil ponsel miliknya yang ada di atas nakas dan melihat siapa yang menelfonya di tengah malam begini.

'Kurang kerjaan banget sih nelfon-nelfon orang jam segini!' Kesal Abela lagi dalam hati. Nomor tidam dikenal. Abela memilih menolak panggilan itu dari pada menangkatnya. Pasti orang iseng pikir Abela. Abela mematikan ponsel miliknya agar tidak ada yang mengganggunga menangis lagi. Abela menghabiskan waktu 2 jam untuk menangis lalu tanpa sadar tertidur karena kelelahan.

***

Rikhan bangun dari tidurnya dan mengamati ini baru jam satu malam. Rikhan menyugar rambutnya khawatir, Rikhan bermimpi mendengar suara tangis Abela. Rikhan memilih menelfon gadis itu tapi Abela menolak panggilan dari Rikhan. 'Dia belum tidur? Ini sudah larut malam. Kenapa dia bisa menolak panggilan dariku?' Panik Rikhan.

Rikhan mencoba menghubungi lagi Abela tapi ponsel Elanya itu mati. Rikhan bertambah khawatir. Rikhan berjalan menuju ruang kerja di dalam kamarnya memilih membuka lap top miliknya, menyelesaikan perkerjaanya untuk mengalihkan kekhawatiranya.

"Kamu baik-baik saja kan Ela?" bisik Rikhan.

***

Abela terkejut saat terbangun dari tidurnya melihat jam sudah menunjukan waktu pukul setengah tujuh pagi itu berarti dia telat. Abela segera saja masuk kedalam kamar mandi dan mandi secepat-cepatnya. 'Ini gara-gara tadi malem gue nangis sih ngapain juga sih nangis-nangis ih.' kesal Abela dalam hati. Abela memakai baju warna cokelat khas pakaian dinas guru. Abela berdandan cukup lama karena matanya yang terlihat sembam dan lingkaran hitam mengerikan dibawah matanya. Mata panda.

"Lumayan lah." Monolog Abela mengamati matanya yang sedikit tertolong. Abela menuju kedapur membuka pintu kulkas di rumahnya. Mengambil buah apel dan satu susu kotak ukuran kecil untuk sarapan dijalan karena sudah tidak terburu jika mau memakan makanan berat. Abela membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali tapi tidak dikunci karena nanti ada bibi yang akan memebersihkan rumah Abela datang.

"Astagah." Kaget Abela saat melihat Rikhan yang berada di teras rumahnya. Pria itu berdiri didepanya dengan setelan jas warna hitam dan celana kain warna hitam pula. 'Emang ada yang meninggal ya.' Bisik batin Abela melihat outfit lelaki itu. 'Kayaknya hidup rikhan gak begitu berwarna deh.' Bisik batin Abela lagi.

"Kamu ngapain sih disini!" Bentak Abela super galak.

'Kenapa dia bisa disini sih! Gak tau apa gara-gara dia juga aku telat gini.' Batin Abela kesal.

MY BASTARD EX (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang