Bab:Empatpuluh

6K 168 22
                                        

Flasback

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Flasback

Disebuah rumah mewah nan megah tangisan bocah laki-laki berumur 7 tahun terdengar kencang. Bocah itu menangis karena mobil remot miliknya yang di rusak oleh sang kakak.

"Diem! Kalo kamu nangis nanti aku yang di marahin mami sama papi!" Sang kakak menatap tajam bocah berumur 7 tahun tadi.

"Tapi kenapa kakak banting mobil Rikhan?" Bocah bernama Rikhan itu manatap kakaknya dengan tangis. Wildan sang kakak menatap tidak suka pada Rikhan.

"Karena aku nggak suka sama kamu! Aku pengenya punya adik perempuan bukan laki-laki!" Wildan saat itu sudah berumur 10 tahun.

Langkah kaki terdengar mendekat. Sarah membelalakan matanya terkejut melihat kedua jagoanya sedang bertengkar. Rikhan yang melihat maminya mendekat pun berteriak dan berlari kearah maminya dengan tangis. Sedangkan Wildan dengan menunduk takut.

"Ada apa ini?" Sarah bertanya. Tangan Sarah mengelus kepala Rikhan lembut. Sarah mengalihkan tatapanya kearah Wildan.

"Abang, kenapa adik nangis?" Sarah bertanya pada anak pertamanya tapi Wildan tidak menjawab.

"Mi, abang ngerusak mobil Rikhan." Adu Rikhan pada Sarah.

"Abang? Kenapa mobil adik di rusak? Kan abang udah punya sendiri?" Sarah masih tetap berkata dengan lembut.

"Karena Wildan nggak suka adik cowok! Wildan minta mami beriin Wildan adik cewek kenapa nggak jadi!" Wildan berteriak marah pada Sarah. Sarah bisa merasakan Rikhan terkejut dan semakin memeluk dirinya.

Saat akan menjawab pertanyaan anaknya tiba-tiba suara marah seseorang menghentikan perkataanya.

"Wildan! Apa-apaan ini! Kamu berani bentak mami kamu!" Sarah menahan lengan Linggar sang suami agar sabar.

"Pi udah! Jangan marahin Wildan." Ibu mana yang tega melihat anaknya dimarahi? Sarah pun tak tega apalagi melihat wajah Wildan yang sudah hampir menangis.

"Wildan ingat, jangan pernah bentak mami kamu atau papi bakalan kasih hukuman buat kamu! Minta maaf sama mami cepat!" Linggar menatap tajam Wildan.

"Mi maafin Wildan udah bentak mami." Air mata yang tadinya di tahan Wildanpun menetes. Sarah menyuruh Linggar untuk mengambil alih Rikhan terlebih dahulu sebelum mendekat kearah Wildan dan menggendongnya.

"Mama maafin. Abangkan udah besar pinter lagi lain kali jangan nakalin adek ya? Mami minta maaf kalo nggak bisa kasih abang adik cewe tapi abang nggak boleh nakal dong sama Rikhan dia kan adik abang. Abang harusnya jagain adek Rikhan dong. Lain kali harus akur ya sama adik Rikhan?" Ucap lembut Sarah pada Wildan. Wildan mengangguk di dalam dekapan Sarah.

Linggar mendekati istrinya dan anak pertama mereka. Salah satu tngan Linggar mengusap kepala jagoanya dengan lembut sedangkan tangan satunya menggendong jagoan keduanya.

MY BASTARD EX (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang