(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam menunjukkan pukul 19.08 saat Abela sampai dirumah, setelah menyelesaikan ritual mandinya Abela berguling-guling malas di atas kasur Queen size miliknya. Saat sudah akan memejamkan matanya, Abela mendengar ponselnya berbunyi. Menghembuskan nafas kesal Abela mengambil ponsel miliknya,
"Ngapain dia kirim gue pesan?" Monolog Ablea pada dirinya sendiri, tanpa sadar jantung Abela berkerja lebih cepat dari biasanya.
"Duh bales gak ya?"
"Gak usah lah, gak penting juga."
Sesudah mengatakan itu Abela meletakkan ponselnya diatas nangkas samping tempat tidur miliknya, merebahkan tubuhnya dan menutup matanya bersiap kembali tidur tapi suara Nadia tadi siang yang menyuruhnya berterima kasih pada Rikhan membuat Abela langsung terduduk kembali, mengambil ponsel miliknya lagi dan membuka pesan yang dikirim Rikhan padanya. Ya Rikhan lah yang mengirim dia pesan.
Rikhan Sudah pulang?
Udah.
Oh iya, makasi udah beliin oleh-oleh.
Baru 1 menit yang lalu Abela mengirim Rikhan pesan tiba-tiba saja sudah terdengar lantunan suara penyanyi Sia—Helium mengalun indah di ponsel berlogo buah miliknya.
Rikhan's calling
"Dia gak punya kerjaan ya? Pakai nelfon-nelfon segala lagi dih." Abela hanya menatap ponselnya tanpa menerima ataupun menolak panggilan dari Rikhan. Setelah sudah tidak terdengar lagi lantunan suara Sia Helium pada ponsel miliknya. Abela menaruh ponselnya di atas nakas belum sempat ponselnya diletakkan sudah terdengar lagi Sia menyanyikan lagu Heliumnya. Dengan kesal Abela mendial accept.
Abela memutar bola matanya malas, "Kalo gak penting aku matiin nih!" kesal Abela.
"Tunggu sebentar." jegah Rikhan cepat.
"Ada apa?" suara Abela terdengar malas.
"Kamu mau ngucapin terima kasih sama say- akukan?"
Terlihat kerutan tidak mengerti di dahi Abela, "Iya," Jawab Abela tidak yakin.
"Aku mau kamu sekarang keluar, kalau memang kamu mau ngucapin terima kasih sama aku karena aku udah belikin oleh-oleh buat teman kamu." Ucap Rikhan tenang.
"Sekarang?" Tanya Abela tidak percaya.
"Iya Ela, sekarang, aku sudah menunggu." Kata Rikhan sembari menampilkan senyumnya tanpa Abela sadari.