(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sinar matahari menyapa ke dalam kamar kedua anak manusia yang terlihat masih bergelung nyaman di balik selimut. Mata salah satu dari dua manusia itu mengerjap pelan. Beberapa saat kemudian dia tersenyum menyadari siapa yang tidur di pelukanya saat ini. Mata hitam legam itu menatap lemput pada wajah cantik yang tertidur di bawah lenganya.
Entah karena menyadari ada yang mengawasinya atau memang sudah waktunya dia bangun. Objek yang sedari tadi di tatap lekat olehnya bergerak pelan. Dengan cepat dia memejamkan matanya bersikap seakan-akan masih tertidur.
Mata Abela menyipit menghindari sinar matahari yang seakan menusuk matanya. Perlahan Abela membuka lebar matanya. Kepala Abela menoleh kearah sampingnya dan seketika juga mata Abela membelelak kaget. Dengan gesit Abela terduduk di atas ranjang. Abela menggeser tubuhnya menjauhi tubuh Rikhan.
Hembusan nafas lega Abela terdengar. Abela merasa lega karena dirinyalah yang pertama kali bangun bukan pria di sampingnya. Sial, apa yang dirinya pikirkan tadi malam?! Bisa-bisanya dia terlena dengan sikap manis Rikhan! Runtukan Abela pada dirinya sendiri.
Untung saja tadi malam kesadaran Abela masih sedikit terisisa. Kalau tidak Abela tidak bisa membayangkan menghabiskan malam bersama Rikhan. Oh sungguh sangat menyeramkan membayangkanya!
Abela berjanji pada dirinya sendiri kalau tadi malam adalah terakhir kalinya membiarkan Rikhan memeluknya. Kenapa juga Abela bisa sampai ketiduran hanya karena pelukan Rikhan?!
Sialan! Terkutuklah badanya ini!
Abela memaki dalam hati pada tubuhnya yang gampang sekali tergoda. Karena tidak mau menemukan Rikhan bangun dari tidurnya Abela bergegas turun dari ranjang berniat menjalankan ritual pagi harinya yaitu mandi. Abela melepaskan bajunya dan masuk kedalam bathtub.
Mata Abela terpejam merasakan kenyaman yang di rasakanya. Sekitar setengah jam kemudian Abela menyudahi acara berendamnya. Decakan sebal Abela terdengar karena lupa tidak mengambil bajunya. Tangan Abela meraih handuk baju di laci meja rias yang ada di dalam kamar mandi.
Setelah itu Abela dengan percaya diri melangkah keluar dari kamar mandi. Saat Abela membalik badanya kaki Abela terpaku melihat pemdangan di hadapanya.
Pemandangan Rikhan yang sedang push up tanpa menggunakan baju. Sekali lagi Abela ulangi, tanpa menggunakan baju!
Sial! Abela menelan ludah melihat keringat yang mengalir dari pelipis dan juga dada bidang suaminya.
"Jangan menatapku seperti itu La!" Suara serak Rikhan membuat Abela sadar dari lamunanya. Deheman salah tingkah Abela terdengar.
"a-apa? Emang aku natap kamu kaya apa?" Abela menatap sofa di sebelah ranjang mengalihkan tatapanya dari Rikhan.
"Menatap aku seperti makanan lezat. Jangan menatapku begitu! Aku bisa hilang kendali kalau kamu natap aku kaya gitu sayang."
Abela mengigit bibir dalamnya. Kenapa perkataan Rikhan terdengar sangat memalukan? Membuat pipi Abela memerah malu.