Bab:Tigapuluh Delapan

5.8K 194 12
                                        

Abela sudah menyelesaikan ritual mandi pagi yang kesianganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Abela sudah menyelesaikan ritual mandi pagi yang kesianganya. Sebelum turun kelantai bawah Abela mengeringkan rambutnya. Setelah selesai Abela melangkah menuju lantai bawah. Saat ini Abela hanya menggunakan dress rumahan warna putih sebatas bawah lutut dengan lengan panjang.

Kening Abela berkerut saat mendengar suara ramai di lantai bawah. Karena penasaran Abela mempercepat langkahnya. Saat sudah sampai di undakan tangga terakhir Abela bisa melihat ruang tamu rumahnya sudah penuh dengan  papanya, ayah mertuanya, Rikhan ada juga Wildan disana.

Tanpa menghiraukan semua orang itu Abela tersenyum melihat papanya ada di sana.

"Papa!" Abela dengan senyuman lebar menghampiri papanya dan memeluknya erat. Sungguh Abela rindu papanya.

"Anak papa." Papa Abela menepuk-nepuk punggung Abela lembut.

"Bela udah nikah kenapa masih manja aja sih sama papa!" Tiba-tiba mamanya datang dan memisahkan pelukannya dengan papanya.

"Ish mama nganggu aja sih dari tadi!" Cibir Abela sarat akan kesal.

"Aih, pah liat anakmu! Kalo masalah kamu berduan sama Rikhan tadi mama minta maaf loh udah nganggu duh jadi ga enak gagalin acara kalian bikinin cucu buat mama." Abela mengigit bibirnya.

Sial dirinya salah bicara!

Dan lagi kenapa mama Abela harus mengatakan itu dengan keras sih! Sekarang Abela rasanya ingin menghilang dari sini karena tatapan menggoda dan penasaran yang dilayangkan para pria di ruang tamu itu. Satu lagi, kenapa Rikhan tidak ada inisiatif untuk membantu istrinya yang wajahnya sudah semerah tomat ini! Shit, punya suami tidak peka sama sekali.

"Mama apaan sihh!" Setelah itu dengan kekuatan kaki seribu Abela berjalan menuju dapur untuk melarikan diri. Saat di dapur Abela menghentikan langkahnya saat melihat ada ibu mertuanya dan Salsa yang sedang memasak di dapur. Abela menghentikan langkahnya melihat interaksi Salsa dan mami. Terlihat sangat cocok menjadi pasangan ibu mertua dan menantu.

Salsa terlihat sedang mengaduk sesuatu di panci dengan senyuman lembut keibuannya. Sungguh menantu idaman bukan? Apakah ini saatnya Abela merasa insecure? Dan lagi Abela tidak begitu bisa memasak masakan nusantara, sial!

"Bela sayang!" Abela keluar dari lamuananya dan tersenyum lalu menyambut rentangan tangan Sarah, mertuanya.

"Ya ampun mantu mami kenapa kurusan? Rikhan anak itu ngga kasih kamu makan ya? Ck, nanti mami marahin dia! Bisa-bisanya mantu mami jadi kurusan begini!" Omel mami panjang lebar, Abela hanya tersenyum.

"Iy-" perkataan Abela terpotong oleh suara mamanya sendiri.

"Haduh Sarah, kurus apaan! Ini Abela malah keliatan gendutan loh." Cibir Dian, mama Abela.

Abela menghembuskan nafasnya kesal. Sebenarnya dirinya ini anak mamamya bukan sih? Kenapa sedari tadi mamanya tidak pernah membelanya?

"Mama apaan sih." Rengek Abela kesal.

MY BASTARD EX (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang