(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah selesai makan di restoran Jepang. Rikhan memutuskan untuk tidak pulang terlebih dahulu. Laki-laki itu memutuskan singgah di salah satu mal besar di kota itu.
"Mau apa si kesini? Aku belom mandi. Ini udah sore, gerah banget tau!" Abela berkata sinis pada Rikhan. Sebenarnya bukan hanya itu alasan Abela menolak ajakan Rikhan ke mall tapi karena Abela merasakan dadanya masih berdetak keras karena ungkapan cinta Rikhan yang ke sekian kali di restoran tadi.
Sial! Abela akui kalau dirinya baper.
"Sebentar ya sayang. Ayo!" Dengan malas Abela tetap mengikuti Rikhan masuk ke kawasan dalam mall.
Abela menatap penampilan Rikhan sore ini dengan jas warna hitam pas body dan juga kemeja putih di dalamnya Rikhan tetap terlihat tampan. Padahal hari sudah menunjukkan sore hari. Abela menelusuri penampilan nya sendiri. Bajunya sudah kusut, wajahnya apalagi.
"Mau ngapain ke sini?" Abela menahan langkah Rikhan yang akan memasuki toko Tiffany & Co. Rikhan tersenyum miring lalu memaksa Abela memasuki toko itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" Pegawai laki-laki di depan Rikhan dan Abela berkata dengan ramah.
"Tolong perlihatkan saya koleksi kalung terbaru." Kata Rikhan datar.
"Buat apa sih?" Abela menatap Rikhan protes.
"Sayang, beliin istri sendiri barang ga dosa kan?" Rikhan menggidikan bahunya.
"Ini pak ada 3 koleksi kalung terbaru di sini." Belum sempat Abela menyanggah pernyataan Rikhan, pegawai tadi sudah datang dengan 3 model kalung yang cantik-cantik.
"Ela, kamu pilih yang mana?" Rikhan menatap Abela lembut.
"Aku ga mau." Abela menolak. Dirinya tidak butuh perhiasan atau apapun itu. Kalaupun Abela ingin, dia bisa beli dengan uangnua sendiri.
"Kalau ga mau kalung. Kamu mau apa? Cincin? Atau gelang?"
"Tolong perlihatkan juga koleksi cincin dan gelang terbaru." Rikhan kembali menyuruh pegawai itu mengeluarkan koleksi perhiasannya.
"Rikhan!" Abela sungguh tidak habis pikir dengan tingkah laki-laki di hadapan nya.
"Ini semua koleksi terbaru kami pak." Pegawai itu datang lagi dengan beberapa perhiasan di bantu oleh pegawai lain.
"Sayang?" Rikhan menatap Abela. Abela mendelik sebal pada Rikhan.
"Kenapa sih maksa banget?"
"Minggu depan ada acara keluarga di rumah mami papi. Aku cuma pengen beli sesuatu buat kamu pakai nanti sayang." Rikhan membalas tatapan malas Abela.
"Tapi aku lagi ga mood buat beli perhiasan!" Decakan kesal Abela terdengar.
"Yaudah." Rikhan menghela nafas lelah. Abela menatap Rikhan lega, akhirnya suaminya ini mengerti juga dirinya sedang tidak ingin di belikan sesuatu.