Bab:Empatpuluh Satu

5.9K 178 25
                                        

Setelah di perlakukan seperti orang sakit keras oleh Rikhan selama seminggu akhirnya Abela bisa bebas juga hari ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah di perlakukan seperti orang sakit keras oleh Rikhan selama seminggu akhirnya Abela bisa bebas juga hari ini.

Luka melepuhnya sudah mengering. Hanya karena itu pula Abela harus beradu mulut dengan suami over protective nya itu tentang keberangkatan nya mengajar ke sekolah. Dan akhirnya Abela memperpanjang masa cutinya.

"Ingat, nanti aku jemput. Jangan melarikan diri seperti waktu itu." Abela menghela nafas pasrah. Saat ini Abela masih ada di dalam mobil bersama Rikhan.

Kenapa Rikhan masih ingat saja kejadian waktu itu? Ck!

"Iya." Abela menjawab singkat perintah sang suami. Rikhan tersenyum singkat.

Abela membuka pintu di sampingnya bersiap akan keluar mobil tapi pintu itu tidak mau terbuka.

"Apa lagi si? Aku udah telat loh ini?" Abela mendumel kesal karena Rikhan masih mengunci pintu mobil. Abela menatap kesal Rikhan. Senyum miring Rikhan terlihat. Badan Rikhan meju ke arah Abela.

"Kiss me." Abela menelan ludah gugup. Mata Abela mengerjab menatap wajah Rikhan yanh sangat dekat dengan wajahnya. Tiba-tiba bisa Abela rasakan bibir Rikhan di dahinya.

Abela sudah bersiap memberikan Rikhan cubitan mautnya tapi Rikhan yang tau gerakan istrinya menahan tangan Abela dengan tanganya. Abela tahu kalau dirinya kalah kali ini, decakan kesal Abela terdengar. Rikhan tersenyum lebar.

"Apa lagi? Udah cepet bukain pintunya." Abela menarik tanganya yang di genggam Rikhan.

"Sebentar." Rikhan mengecup tangan Abela lalu melepaskan tangan Abela. Mata Abela menuju ke arah tanganya di bekas kecupan Rikhan.

"Nanti aku jemput Ela ingat itu!" kata Rikhan pada sang istri yang masih memandangi tanganya sendiri.

"Aku nggak punya penyakit menular sayang, tangan kamu nggak bakalan kenapa-kenapa kok aku cium juga." Rikhan terkekeh kecil. Abela mendongak menatap Rikhan salah tingkah. Karena sudah tidak tahan lagi Abela keluar dari mobil.

"Nanti jangan telat jemputnya!" Setelah mengucapkan itu Abela menutup pintu mobil. Rikhan sedikit terkejut mendengar perkataan istrinya tapi setelah itu senyum Rikhan mengembang.

Abela berjalan menjauh dari mobil Rikhan dengan pipi memerah. Apa-apaan Rikhan tadi?

"Bel lo sakit?" Abela tersentak kaget saat merasakan tangan seseorang di bahunya. Abela menoleh dan mendelik sebal pada Nadia.

"Bu Nadia ngagetin aja!" Cengiran tanpa rasa bersalah Nadia terlihat. Keduanya melangkah bersama ke area sekolah.

"Absen yuk!" Abela dan Nadia melangkah ke arah lobi sekolahan disana tempat absen guru berada.

Nadia mengerutkan dahinya penasaran melihat tingkah Abela yang menahan senyum di bibirnya dengan wajah memerah.

"Kenapa si Bel? Muka lo merah banget." Nadia menatap Abela curiga.

MY BASTARD EX (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang