(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di dalam ruangan serba putih seorang wanita tertidur lelap di atas ranjang dengan selang infus yang ada di tangan kanannya. Disebelahnya pria tampan berwajah datar menatap wanita yang masih belum sadarkan diri itu dengan tajam. Udara dingin di dalam ruangan itu terasa bertambah dingin karena hawa yang di keluarkan pria itu.
"Eng." wanita itu mengerjabkan matanya perlahan. Wildan yang melihat Salsa sudah siuman dengan tenang menunggu Salsa sepenuhnya sadar.
"Kak?" Salsa menelan ludahnya dengan susah payah. Tenggorokanya terasa kering.
"M-minum" kata Salsa terbata.
Wildan mengambil gelas di meja samping ranjang. Salsa mengulurkan tanganya meminta gelas dari Wildan tetapi betapa terkejutnya Salsa ketika melihat Wildan bukanya memberikan gelas berisi air itu padanya tetapi malah Wildan meminum air di dalam gelas lalu Wildan mencengkram dagu Salaa kasar dan meminumkan air lewat mulutnya.
Salsa yang tidak siap hampir saja tersedak. Setelah Wildan menjauhkan wajahnya Salsa terbatuk sambil memeganggi dadanya.
"Kak! Kakak mau bunuh aku?" Salsa berucap lemah. Wajah Wildan mengeras lalu Wildan kembali mencengkeam dagu Salsa erat.
"Membunuh kamu? Jangan harap mati sebelum kamu menggantikan anak aku yang kamu bunuh sialan!" Wildan berkata tegas dengan mata yang menyorot tajam. Salsa merabah perutnya sendiri. Salsa baru sadar jika perutnya sudah mengecil. Sudah tidak ada anak di perutnya. Tangan Salsa gemetar.
Salsa kira akhirnya tidak akan sampai melukai anaknya. Salsa menahan tangisnya. Walaupun Salasa membenci Wildan tetapi Salsa menyayangi anaknya.
"Abela kak yang dorong aku!" Salsa mencoba berbohong. Bisa Salsa rasakan cengkraman Wildan semakin mengerat di dagunya.
"Jangan beracting di hadapanku sialan! Aku tau kamu menjatuhkan dirimu sendiri. Dasar jalang!" Wildan benar-benar marah.
Jantung Salsa berdegup kencang. Apa rencananya gagal?
"Kak ak-aku" otak Salsa benar-benar kosong. Air mata Salsa jatuh. Sialan! Bahkan Salsa sudah mengorbankan anaknya! Anaknya! Tapi rencananya menjebak Abela gagal?
Kenapa Abela selalu menang darinya? Salsa berteriak kencang. Wildan menatap datar Salsa yang terlihat terguncang.
"Setelah keluar dari sini, kita akan kerumah utama. Dan jangan harap bisa keluar dari sana Salsa." Wildan berkata datar.
Salsa yang mendengar rumah utama keluar dari mulut Wildan seketika menatap Wildan takut.
Rumah utama yang dimaksud Wildan bukan rumah mama papa mereka. Rumah utama Wildan adalah rumah milik Wildan sendiri. Rumah yang ada di pinggiran kota menyendiri di dalam hutan. Rumah megah yang dikelilingi hutan. Salsa tidak mau kembali kerumah itu!