BAB: Duapuluh Lima

7.8K 256 5
                                        

Bulan purnama dilangit malam ini terlihat memancarkan cahaya terangnya yang terlihat sangat indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bulan purnama dilangit malam ini terlihat memancarkan cahaya terangnya yang terlihat sangat indah. Cahaya sang purnama menembus masuk kedalam ruangan yang terlihat romantis sarat akan malam pertama sepasang pengantin. Terlihat dari tempat tidur yang terdapat bunga mawar merah darah yang dibentuk menjadi inisial nama R❤A. Bau bunga juga semerbak di dalam kamar hotel khusus malam pengantin itu.

Ceklek..

Kaki berbalut high heels 10 cm Abela terdengar ketukannya di lantai kamar hotel khusus pengantin itu. Wajah sayu dan lelahnya terlihat. Selama hampir 24 jam dirinya tersenyum dan menyapa para tamu undangan benar-benar melelahkan apalagi suaminya adalah Rikhan. Abela merasa semakin lelah saja. Berdampingan dengan Rikhan yang tidak pandai basa basi sama sekali. Dan jangan lupakan wajahnya yang hanya menampilkan sedikit senyum di hadapan para tamu. Hey, Abela jadi merasa harusnya dirinya yang menampilkan wajah seperti itu karena disini dialah yang terpaksa harus menikah dengan Rikhan. Kenapa malah sebaliknya?!

"Nggak bisa dipercaya." gumam Abela lirih sembari menatap pantulan dirinya di depan kaca meja rias dihadapanya. Terlihat wajah cantiknya di penuhi make up dan gaun warna soft pinknya terlihat seperti pengantin kebanyakan. Abela kira dirinya hanya sedang bermimpi, menikah dengan mantannya sendiri.

Setelah bertahun-tahun menyembuhkan luka di hatinya, bergelut dengan kenangan pahit dan manisnya Abela akui dirinya tidak bisa 100% melupakan wajah tampan Rikhan.

Bagaimana bisa? Rikhan adalah laki-laki kedua yang di cintainya setelah papanya, laki-laki yang mengajarkan cinta yang lain selain cinta yang diberikan oleh mama dan papanya. Abela dulu hanya gadis naif yang baru mengenal cinta dan cinta itu juga yang pertama kalinya membunuh dirinya terlalu dalam.

Sial! Runtuk Abela dalam hati.

Kenapa pikiranya malah kembali ke masa lalu itu. Abela memejamkan matanya sebentar mencoba menerima kenyataan.

Okey, Abela Silfiana Pramudya sudah tidak ada lagi, sekarang yang ada adalah Abela Silfiana Ringgarda. Mau tidak mau, Abela harus menerima fakta menjengkelkan itu.

Mata Abela perlahan terbuka dan setelah itu teriakan kahet lolos dari bibirnya.

"Argg!"

"Rikhan!" Abela membalikan badanya. Menatap tajam suaminya yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya. Sedangkan Rikhan hanya menaikan alisnya bertanda 'ada apa?'.

"Ngagetin tau gak sih!?" sinis Abela.

"Sejak kapan kamu disitu kok aku gak denger suara pintu kebuka sih?" ketus Abela.

"Sejak kamu mejamin mata." jawab Rikhan singkat.

"Ela, kamu sadarkan kalau aku udah jadi suami kamu?" Entah kenapa pertanyaan Rikhan tadi terdengar mengejeknya ditelinga Abela. "Kamu ngejek aku?!"

"Aku gak suka kamu panggil hanya dengan nama saja." tanpa menjawab pertanyaan aneh Abela Rikhan melanjutkan perkataannya.

"Hah?" Abela mengerutkan dahinya tidak paham. "Ingat, aku lebih tua dari kamu. Aku tidak suka kamu panggil hanya dengan nama."

MY BASTARD EX (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang