(Revisi version 2026)
Abela Silfiana Pramudya guru BK cantik yang masih saja gagal move on dari sang mantan tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orangtuanya atas dasar kebelet ingin menggendong cucu. Kilse memang.
Dijaman yang sudah maju seperti ini tent...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam pulang sekolah telah tiba. Para murid-murid SMA Garuda keluar dari kelas mereka masing-masing berniat pulang kerumah mereka sendiri-sendiri. Abela dan Nadia berada di antara para murid yang berhamburan keluar.
Saat Abela sudah bersiap untuk membuka handel pintu mobil milik Nadia tapi tiba-tiba ada tangan yang memegang lenganya dan menariknya lalu tanpa aba-aba membalikan tubuhnya, menutup pintu mobil dibelakangnya lalu membenturkan punggungnya kepintu mobil.
"Akh!" kaget Abela pelan saat merasakan punggungya memebentur pintu mobil dibelakangnya. Melihat temanya ditarik seseorang segera saja Nadia keluar dari pintu bagian kemudi. Saat akan membela Abela Nadia terkejut melihat calon suami sahabatnya itu menampilkan wajah datarnya. Terlihat seperti menahan amarah.
"Silahkan pergi Nadia teman kamu ini akan pulang bersama saya!" Perintah Rikhan tanpa menatap Nadia di sebrang mobil.
"Gak ak.."
"Lo pulang duluan aja deh Nad, ada singa ngamuk nih." Potong Abela pada ucapan Nadia. Nadia menghela nafas kesal karena tidak bisa melakukan pembelaan untuk Abela. Segera saja Nadia menjalankan mobilnya keluar dari area sekolahan, meninggalkan sahabatnya sengan si 'singa'. Rikhan menarik Abela kedalam pelukanya agar Abela tidak tersenggol pintu dibelangnya saat Nadia akan menjalankan mobilnya pergi, karena saat ini posisi Rikhan menghimpit Abela pada sisi pintu mobil Nadia. Berada didalam pelukan Rikhan, membuat Abela menahan nafasnya saat merasakan jantungnya berdegub dengan keras.
"Keras kepala!" Kata Rikhan setelah melepaskan pelukanya dan mengganti dengan memegang tangan Abela menariknya menuju ke arah mobilnya. Abela menurut pasrah ditarik tangan Rikhan.
"Suka-suka dong!" Sinis Abela.
Dan saat ini Abela memilih menurut saja. Karena dia tau bagaimana watak Rikhan, saat Rikhan menampilkan wajah datarnya Abela tidak pernah berani membantahnya. Rikhan memang baik tapi dia tidak suka jika perintahnya dibantah. Tipe-tipe bossy. 'Kenapa dulu gue bisa pacaran sama dia,' batin Abela.
"Bu Abela!" Langkah Abela berhenti saat mendengar namanya dipanggil. Rikhanpun ikut menghentikan langkahnya dan berbalik bersama dengan Abela. Rikhan bertindak dengan cepat mengetahui yang memanggil calon istrinya adalah seorang laki-laki. Segera saja Rikhan melingkarkan lenganya kepundak Abela menunjukan tindakan kepemilikannya. Abela menatap Rikhan kesal tapi tidak melepaskan rangkulan Rikhan di pundaknya.
"Pak Evan? Ada apa Pak?" Senyuman Abela perlihatkan saat melihat Evan yang memanggilnya tadi. Evan membalas senyuman saat melihat Abela, tapi tatapan Evan jatuh pada laki-laki disamping Abela. Menatap laki-laki tampan di sebelah Abela dengan pandangan bertanya.
"Oh iya pak kenalin ini-" Perkataan Abela dipotong oleh Rikhan.
"Saya calon suami Abela." Jawab Rikhan terdengar posesif. Evan yang mendengar itu sedikit terkejut dan menatap Abela meminta konfirmasi tapi gadis cantik dihadapanya tidak mengatakan apapun berarti benar apa yang dikatakan oleh laki-laki yang mengaku calon suami gadis itu. Senyuman Evan luntur seketika.