“Titik terendah seorang ibu adalah ketika anaknya disakiti.”
🍁🍁🍁
"Pak, tunggu dulu ya biar saya masuk ke sekolahnya buat cari Adia."
Sang supir mengangguk patuh.
Diana, wanita cantik berumur hampir setengah abad itu lantas turun dari mobil dan bergegas menuju ke dalam sekolah dimana anaknya menimba ilmu.
Evano memang memberitahunya jika pria itu ada operasi dadakan. Menjadi seorang dokter bedah memang harus siap 24/7 untuk pasien yang mungkin tidak bisa ditebak kemunculannya.
"MAMA!"
Diana terkejut tatkala seseorang menghamburkan pelukannya padanya.
"Mama, Adia mau pulang hiks...."
Diana lebih terkejut tatkala tahu putri bungsu kesayangannya menangis.
"Adia kenapa? Kenapa nangis?"
"Adia takut Justin, Ma. Semua orang enggak percaya sama Adia. Langit enggak mau nolongin aku. Bu Friska dorong Adia supaya enggak deket-deket Langit."
"Mama boleh tahu apa salah Justin sama kamu?" tanya Diana mencuri kesempatan. Jujur, Diana tahu jika Adia sedang ketakutan, tetapi justru ini saat yang tepat untuk bertanya karena Adia akan menjawabnya.
"Justin enggak sayang sama aku, dia cuman jadiin aku taruhan waktu pacaran. Waktu Adia tahu semuanya di-dia mau nodain Adia hiks...."
Deg.
Bayang-bayang tentang dia dan Agasa di masa lalu terlintas begitu saja. Diana tahu bagaimana takutnya saat seseorang merebut sesuatu yang sudah dia jaga. Ini tidak bisa dibiarkan. Kesalahan Justin sangat fatal.
"Adia, boleh masuk ke mobil dulu?" tanya Diana lembut sembari mengurai pelukan sang putri bungsunya.
Adia mengangguk.
Diana terpaksa tersenyum sembari mengusap air mata Adia, hatinya sesak, sangat sesat. "Masuk ke mobil ya?"
Adia patuh dia masuk ke mobil sang mama yang sudah terparkir di depan halte.
Setelah memastikan Adia masuk ke mobil, Diana lantas bergegas masuk ke sekolah dan targetnya saat ini adalah Justin.
Ternyata pria itu ada di parkiran. Diana tersenyum puas saat menemukan pria itu.
"Justin!" panggil Diana membuat pria jangkung nan tampan itu menoleh ke arahnya.
"Tante, Tante apa kabar?" tanya Justin ramah membuat Diana menggelengkan kepalanya.
"Masih bisa modus sama saya setelah apa yang kamu lakuin ke anak saya, hah?!" Diana melayangkan tatapan tajamnya membuat Justin mengernyitkan dahinya.
"Maksudnya ap—"
Plak.
"Itu balasan karena kamu sudah jadiin anak saya bahan taruhan."
Plak.
"Itu balasan karena kamu sudah mau ngerusak anak saya."
Plak.
"Itu balasan karena kamu so baik di depan saya. Mulai detik ini jangan pernah kamu deketin anak saya dan so baik lagi."
"A-aku bisa jelasin, Tante."
Diana menggeleng tak bisa dipungkiri jika air mata yang sedari tadi dia tahan kini mulai luluh. "Kamu tahu betapa takut anak saya sama kamu?! Kamu harus tahu betapa menakutkan apa yang kamu lakuin ke Adia! Saya harap jangan deketin anak saya lagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Adia [ Complete ]
Dla nastolatków#GenerasiAgasaDKKTheSeries1 Ini tentang Adia Myesha Prakarsa, si gadis rapuh yang bersembunyi di balik kesempurnaan yang dimilikinya. Namun, nyatanya apa yang dilihat belum tentu itu yang sebenarnya. Adia memang cantik, dia juga pintar, keluarganya...
![Tentang Adia [ Complete ]](https://img.wattpad.com/cover/240549836-64-k514034.jpg)