13) Berubah Pikiran

488 35 7
                                        

“Selalu ada kesempatan kedua untuk mereka yang ingin berubah dan berusaha.”

🍁🍁🍁

"Sekalipun perasaan aku masih sama, tapi maaf, Lang, aku enggak bisa."

Langit ditolak.

Untuk pertama kalinya dia merasakan ditolak perempuan.

Mantan Langit hanya ada dua, pertama Jessica dan kedua Adia. Dulu, keduanya sama-sama menerima pernyataan cinta Langit.

Jessica itu teman Langit sejak kecil, mereka pernah bertetangga dari bayi hingga kelas sembilan SMP. Saat itu, keluarga Langit bangkrut. Ya, dulu keluarganya memang sederajat dengan Adia, Jessica, Nadia, Dara, Darel, dan Fajar. Namun, saat itu sang ayah ditipu oleh temannya sendiri dan di hari yang sama pula ayahnya meninggal karena kecelakaan tunggal. Hari itu, hari yang tidak akan pernah Langit lupakan. Hari dimana semuanya berubah.

Beberapa hari setelah itu, pihak bank datang dan memaksa Langit beserta keluarga untuk keluar dari rumah mewah miliknya kala itu.

Melly, wanita itu berjuang demi kedua anaknya. Dia rela menjual perhiasan yang dia punya demi bisa mempunyai rumah dan membuka usaha kecil-kecilan untuk bertahan hidup.

Langit yang sedang terpuruk merasa sedikit lega dan bersyukur karena kala itu Jessica masih mau berteman dengannya, berbagi cerita dengannya.

Sampai akhirnya mereka diterima di SMA yang sama, SMA Nusa Bangsa, awal kelas sepuluh selepas mereka resmi menggunakan seragam putih abu, saat itu Langit dan Jessica resmi berpacaran.

Akan tetapi, tidak bertahan lama karena memang Langit yang selalu menomor duakan Jessica.

Langit hanya menjalankan amanah ayahnya untuk selalu menjaga ibu dan adiknya. Ya, sehari sebelum kepergiannya sang ayah, pria hero itu berpesan demikian, seperti firasat mungkin.

Awalnya Langit kira dia tidak akan pernah kembali jatuh cinta, tetapi dia salah. Saat itu, beberapa bulan setelah putus bersama Jessica, dia melihat sosok mungil, tingginya hanya setinggi pundaknya dan badannya agak kurus, sosok itu Adia. Adia tersenyum hangat kepada kakak kelas. Langit melihat Adia di ruang tempat seleksi olimpiade kala itu.

Senyum Adia dan mata indah Adia, kedua itu yang membuat Langit jatuh cinta. Sampai akhirnya dia nekad menjadi stalker untuk tahu lebih jauh tentang Adia.

Namun, lagi-lagi saat dia berhasil mendapatkan cinta perempuan yang dia cintai, dia gagal. Alasannya sama, Nadia.

"Kapan gue harus hidup kayak gini? Hidup di bawah bayang-bayang amanah ayah? Sedangkan gue juga pengen punya hidup sendiri."

***

"Jahat enggak sih menurut kalian?"

Adia baru saja menceritakan kejadian pagi bersama Alex. Dimana dia menolak ajakan Alex dan secara tidak langsung Adia risih dengan usaha Alex untuk dekat-dekat dengannya.

"Sumpah gue kok malah ngakak ya." Jessica yang pertama kali berkomentar.

"Kalau gue sih kasihan sama Alex, tapi gue juga paham sih lo kan enggak suka ke dia, Ad," sahut Nabila

Dara mengangguk setuju atas pernyataan Nabila. "Kayaknya si Alexnya yang harus lebih tahu diri."

Adia menopang dagunya seraya menatap Dara dan Nabila yang duduk di depannya. "Tapi bener kan aku enggak jahat?"

Tentang Adia [ Complete ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang