“Hanya orang bodoh yang menyimpulkan seseorang dari masa lalu orang tuanya.”
🍁🍁🍁
"ZEVANYA ANJING!"
BRUK.
Zevanya tersungkur ke lantai akibat dorongan keras Jessica yang tak terima jika sahabatnya dihina-hina.
"Datang juga ya daya—"
"Bacot lo! Seharusnya lo mikir, Zeva! Lo enggak apa yang udah tante Diana lakuin? Dia ngasih gaun mahalnya sama lo secara percuma karena dia tahu lo kepengen banget!"
Jessica kemudian menatap satu persatu temen kelasnya. "Dan buat kalian, kalian ingat kan gimana baiknya tante Diana sama kita waktu kita main ke rumahnya? Apa kalian enggak mikir itu, hah?!"
"Tapi tetep aja tante Diana hamil di luar nikah dan itu JALANG sama kayak anaknya!" Zevana menekan kata jalang.
Tangan Jessica mengepal. "Lo emang anjing, Zev. Bahkan anjing aja masih punya perasaan. Lo mau apa sih? Adia salah apa sama lo?"
Adia tersenyum tipis melihat Jessica yang membelanya, Adia diam bukan karena lemah, tetapi tiba-tiba perutnya sakit, sangat sakit.
"Alah, setidaknya gue suci. Keluarga gue suci. Enggak ada tuh ceritanya keluarga gue ham—"
"Shut up! Lo emang udah ketelawatan, Zev. Gue eng—"
"Awsshhhh...."
Ucapan Jessica terhenti kala mendengar Adia meringis sembari memegangi tangannya.
"Sa-sakit," lirih Adia bahkan bibir mungil yang biasanya berwarna merah muda itu kian pucat.
Jessica menghampiri Adia yang hampir abruk. "Ad, gu-gue bawa lo ke UKS, ya?"
"Haha hamil tuh!"
"Open BO, open BO!"
Jessica tidak habis pikir bagaimana bisa temen sekelasnya berbuat demikian pada Adia yang jelas-jelas sedang kesakitan.
"Bertahan, Ad. Gu-gue telpon Nabila sama Dara, ya? Gue enggak kuat angkat lo."
Jessica berusaha menghubungi Nabila dan untungnya Nabila cepat menerima panggilannya.
"Hal—"
"Adia kesakitan, dia mau pingsan hiks.... Gue mohon segera ke sini, temen kelas emang bangsat semua."
"Ya Allah, iya gue ke sana. Lo tung—eh LANGIT!!!! ADIA PINGSAN TOLONGIN DIA DI KELAS SAMA JESSICA!"
Di seberang sana, Langit yang mendengar itu lantas berlari menuju kelas Adia berada. Persetanan dengan semua peraturan yang sudah ditetapkan bu Friska karena yang terpenting saat ini adalah Adia.
"Lo tenang, Jes. Gue jadi cemas dan pengen nangis juga. Tunggu gue ke kelas sama Dara nih."
Tut.
Jessica menepuk-nepuk pipi Adia yang mulai menutup matanya, sedangkan semua anak kelasnya masih saja menuduh Adia hamil.
"Jiwa jalangnya nurun."
"Hamil sama siapa, ya? Banyak ih cowoknya."
"Kasihan banget ya janinnya punya mama kayak dia."
Jessica meremas ponselnya kuat, dia melampiaskan amarahnya. "Sial! Enggak punya hati mereka."
"Adia!"
Langit datang, pria itu langsung menghampiri Adia yang terjukur lemah di lantai dengan kepala di atas pangkuan Jessica.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Adia [ Complete ]
Teen Fiction#GenerasiAgasaDKKTheSeries1 Ini tentang Adia Myesha Prakarsa, si gadis rapuh yang bersembunyi di balik kesempurnaan yang dimilikinya. Namun, nyatanya apa yang dilihat belum tentu itu yang sebenarnya. Adia memang cantik, dia juga pintar, keluarganya...
![Tentang Adia [ Complete ]](https://img.wattpad.com/cover/240549836-64-k514034.jpg)