48) Membuka Luka yang Belum Sembuh

404 31 0
                                        


“Pada akhirnya menjauh adalah jalan terbaik, daripada tetap bersama, namun salah satunya merasa terluka.”

🍁🍁🍁

Entah bagaimana bisa semesta seakan bermain pada takdir Adia dan Langit. Saat Adia bermain piano membawakan lagu Mocca yang berjudul ‘I Remember’, lalu seakan dibalas oleh band Langit yang membawakan lagu Dewa 19 yang berjudul ‘Kangen’.

Sungguh suatu kebetulan yang sangat mengesankan.

Bahkan banyak para murid-murid Nusba yang mulai bergosip jika mereka sebenarnya akan segera balikan atau ada gosip jika mereka masih saling mencintai.

Adia sendiri enjoy menyikapinya, baginya itu hal biasa, meksipun jauh di lubuk hatinya dia pun bertanya; mengapa bisa?

"Kak Adia!"

Suara yang cukup familiar itu mampu mengalihkan atensi seorang Adia Myesha Prakarsa, dan ternyata tepat sasaran suara itu milik ... Andrew.

"Kak Adia hebat, gue boleh minta foto enggak? Kenang-kenangan aja," sambung Andrew tepat tatkala Adia menatapnya.

Adia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya membuat senyum kemenangan tercetak jelas di wajah manis milik Andrew.

Seperti biasa, Andrew akan meminta Adia berpose dengan empat gaya. Sebelum akhirnya dia posting ke akun instagramnya dan tak lupa dia pun mencantumkan akun milik Adia di postingannya.

Namun, ide jahil terlintas di benak Andrew. Dengan cekatan Andrew membuka aplikasi WhatsApp miliknya dan membuat grup baru yang beranggotakan dirinya, Langit, dan Alex. Tak lupa grup tersebut dia beri nama ‘Sekutu Bucin Kak Adia’. Setelah grup itu selesai dibuat, Andrew lantas mengirim fotonya bersama Andrew berniat sombong kepada kedua kakak kelasnya itu.

Sekutu Bucin Kak Adia (3)

Andrew: Maaf ya, Bang, kalian kalah cepat. Awkwkw @bang Langit @bang Alex

Alex: Cuman pengin bilang; bngst lu!

Andrew: Santai, Bang. Gue cuman fotbar tanpa perasaan. Lagian hari ini aura kak Adia beda banget, mana tadi pas main pianonya menyentuh hati huhu😀🙏

Alex: Modus lo! Sini gelut👊

Andrew: Iri? Bilang bos!!!! Canda, Bang. Btw, itu @bang Langit. Diem diem bae👀

Langit: Adia lgi sma gue, mau ktmu nyokap. Sorry aja cmn foto mh msih kalah jauh👂🙏

Alex: Anjayyyy lagi-lagi gue yang kalah *senyum miris.

Andrew: Awkwkw gue sebagai adik-adik kalian, hanya bisa berdoa yang terbaik aja.

***

"Masih jam dua belas, please. Mau, ya? Ketemu ibu sekali ini aja. Sebelum nantinya gue akan menjauh sesuai keinginan lo. Mumpung enggak ada bu Friksa, Mye."

Adia menatap heran pada Langit yang tiba-tiba datang menghampirinya dan memintanya untuk ikut dengan Langit ke rumahnya.

Tolong catat, ke rumahnya.

Padahal pagi tadi, Adia sudah meminta Langit untuk menjadi teman yang sesungguhnya dan Langit menyanggupi itu, meskipun sulit. Namun, bukankah bermain ke rumah lawan jenis dengan tujuan bertemu orang tua itu bukan hal yang wajar yang dilakukan seorang teman? Aish, Adia harus apa sekarang?

Tentang Adia [ Complete ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang