Extra Part 2

1K 34 15
                                        

“Lho, bukannya itu Bulan, ya?”

Justin yang sedang menggandeng putranya pun teralihkan perhatiannya pada sosok kecil yang sedang duduk di tepi jalan komplek yang nampak sepi.

“Marvel, ikut ayah mau? Kita bantu adik kamu, ya.”

Marvelio Perwira Atmadja, putra semata wayang Justin dari pernikahannya dengan sang istri—Findi Andriani—seorang dokter spesialis anak yang dia temui sembilan tahun lalu tatkala dirinya terpuruk karena gagal mendapatkan Adia.

“Dia adik aku? Kapan mama hamil lagi?” Pertanyaan polos itu lolos dari bibir sang putra.

Justin tersenyum sembari mengusap kepala sang anak. “Nanti Papa jelasin ya.”

“Yaudah.”

Justin menggandeng tangan putranya menuju Bulan yang masih setia duduk di tepian jalan komplek.

“Hai, nama kamu Bulan, ‘kan?” tanya Justin sesaat setelah pria itu sampai di depan Bulan.

Bulan mendongak dengan wajah sembabnya. “Om, Om siapa?” tanyanya.

“Om temennya mama kamu, mama Adia, ‘kan?”

“Iya, mama Adia dan papa Langit.”

“Iya, Om kenal mereka, kok.”

“Lututnya berdarah, Pa,” ujar Marvel sembari menunjuk lutut Bulan yang memang berdarah.

“Ya ampun, Nak. Kamu jatuh?” tanya Justin sembari berjongkok di depan Bulan, memeriksa lutut Bulan yang benar-benar berdarah.

“Tadi aku jatuh. Aku ngejar tukang es krim. Aku mau es krim, tapi bapak penjualnya enggak denger aku. Aku mau ke papa, tapi aku lupa dimana papa main basketnya dan enggak sengaja kesandung batu jadinya jatuh,” jelas Bulan dengan polosnya.

Justin mengusap pipi Bulan sebelum akhirnya menggendong sang anak dari mantan kekasihnya itu. “Ikut Om, ya? Nanti biar istri Om obatin luka kamu.”

“Apa boleh?”

Justin mengangguk. “Boleh, Nak. Tante Findi pasti seneng ada kamu.”

***

“Tin, lo gila ya enggak dapat emaknya lo culik tuh anaknya.”

Alex yang merupakan tetangga dari Justin hanya bisa geleng-geleng kepala tatkala mendapati Justin pulang dengan membawa Bulan, salah satu anak kembar Adia.

“Enggak usah ngawur, dia kabur terus jatuh. Makanya gue bawa,” bantah Justin.

“Nih anak kayak mamanya, hobi kabur dan bikin semua khawatir. Gue enggak ragu sih kalau ini anaknya Adia.”

“Om kenal mama aku juga, ya? Om temennya mama kayak Om ini ya?” tanya Bulan saat mendengar nama sang mama.

Alex tersenyum jahil. “Iya, Om temen mama kamu. Kalau Om yang gendong kamu itu, mantannya mama kamu bukan temen.”

“Mantan? Mantan itu apa?”

Justin menatap tajam ke arah Alex yang hanya cengengesan tak jelas. “Udah jangan didengerin kata Om itu, ya. Sekarang kita obatin luka kamu, ya?”

“Iya, Om.”

Justin tak lagi peduli dengan Alex karena yakinlah dia khawatir pada kondisi Bulan. Meskipun Adia pernah menolaknya dan membuatnya gagal dalam percintaan, namun Justin menyayangi anak Adia dan Langit, dia bahkan bermimpi bertemu Bulan juga Bumi yang biasanya hanya dia lihat di sosial media Adia, Langit, atau teman keduanya.

Tentang Adia [ Complete ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang