Aera keluar dari kamarnya bersamaan dengan Jungkook yang juga baru saja keluar dari kamarnya sendiri. Jungkook sempat melirik sekilas Aera sebelum berjalan melewati gadis itu. Aera pun berjalan mengekori Jungkook dengan ekspresi terheran-heran.
"Kesambet apa lo." Ucap Aera saat ia sudah duduk disalah satu kursi makan dengan Jungkook yang berada diseberangnya tengah sibuk menuang susu kemasan ke dalam gelas. Pemuda itu terlihat tidak berniat menanggapi perkataan Aera.
Gadis itu terus memerhatikan gerak-gerik Jungkook hingga si empunya sadar dan menatap Aera tajam.
"Apa liat-liat?" Tanya Jungkook dengan nada ketusnya membuat Aera mengalihkan pandangannya dan mengambil sepotong roti.
"Gapapa, aneh aja liat lo sarapan." Aera menggigit roti ditangannya.
Jungkook membuang muka, meraih dua potong roti dan memakannya cepat setelah itu menegak segelas susu dihadapannya hingga tandas. Jungkook segera beranjak dan berjalan kembali masuk ke kamarnya. Aera terbengong melihatnya.
"Nak Aera." Bibi Choi menghampiri Aera saat gadis itu sudah selesai dengan acara sarapannya.
"Iya bi?"
"Tadi malem nak Aera yang habisin makan malamnya ya? Banyak banget loh kok bisa habis? Biasanya juga nyisa banyak." Aera mengeryit bingung.
"Loh nggak kok bi, tadi malem aku cuma makan dikit kok, masih sisa deh."
Bibi Choi lantas menggeleng.
"Habis kok nak Aera, apa nak Jungkook ya yang habisin?" Aera semakin mengerutkan keningnya.
Ia kemudian mengingat pesannya pada Jungkook untuk makan dirumah. Ternyata pemuda itu sebenarnya tidak terlalu bebal.
"Iya palingan Jungkook bi.."
Bibi Choi mengangguk paham kemudian kembali ke dapur setelah membersihkan meja makan. Sedangkan Aera menuju ruang tengah berniat menonton tv sebelum matanya menangkap sebuah gitar yang disandarkan di kaki sofa.
Aera mengambil gitar tersebut dan mulai iseng memainkannya. Ia sedikit tahu tentang bagaimana memainkan gitar karena dulu saat masih duduk dibangku SMA, Aera pernah mendapat tugas praktek seni budaya untuk memainkan sebuah lagu dengan gitar.
1 2 petikan, Aera membelalak saat salah satu senar tiba-tiba terputus karena ia tidak sengaja memetiknya terlalu kuat.
"Anjir, mampus gue!" Aera merutuki dirinya sendiri.
Cepat-cepat ia meletakan gitar itu kembali ke tempatnya dan hendak melarikan diri.
"Lo apain gitar gue?" Suara itu membuat tubuh Aera mematung. Perlahan ia membalikan badan dan sontak menutupi arah pandang Jungkook yang tengah berdiri tak jauh darinya pada gitar dibalik kedua kakinya.
Alis Jungkook menukik tajam, ia kemudian berjalan mendekat dan mendorong bahu Aera hingga gadis itu menyingkir. Pemuda itu membelalak saat menangkap kondisi gitarnya sekarang, dengan cepat ia meraih gitarnya dan menyentuh senar yang terputus.
Aera menggigit bibir bawahnya, merasa takut dengan reaksi Jungkook setelah ini. Pemuda itu berbalik dan menatap Aera nyalang.
"Lo!" Jungkook menunjuk Aera tepat didepan wajahnya.
"Argh!" Jungkook mengacak rambutnya frustasi.
"S-sorry gue gak sengaja beneran.." Aera menyatukan kedua telapak tangannya.
"Gue bakalan ganti, janji!" Imbuhnya.
Jungkook kembali melemparkan tatapan tajamnya menguhunus tepat pada manik Aera.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
Fan-FictionAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
