12. Wrong

7K 807 60
                                        

Aera mempercepat langkahnya saat tempat yang ia tuju sudah semakin dekat. Dari jauh ia dapat melihat papan nama ruangan tersebut. Entah kenapa Aera ingin kembali kesini. Sebenarnya rasa penasaran yang membawa langkahnya bisa sampai sini. Lebih tepatnya, penasaran akan hasil lukisannya tempo hari dengan Jimin.

Aera menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kaca, menilik ke dalam ruangan dan tersenyum ketika mendapati sosok yang ia cari ada didalam. Berdiri dengan style pakaiannya yang tidak jauh berbeda dari biasanya, kali ini kaos polos lengan pendek dan jeans hitam panjang yang tampak melekat sempurna.

Tanpa berniat mengetuk pintu terlebih dahulu, Aera langsung mendorong pintu itu sampai terbuka.

"Kak Jimin— loh kak Taehyung?!"

"Aera?!"

Aera terkejut saat mendapati Jimin ternyata tidak sendirian, melainkan bersama Taehyung yang berdiri didepan sebuah lukisan abstrak berukuran cukup besar yang tergantung di dinding. Pemuda itu juga sama terkejutnya ketika mendapati Aera datang.

"Kak Taehyung ngapain disini?" Taehyung menjauh dari lukisan dihadapannya, berjalan ke sebelah Jimin.

"Gue ada project bareng Jimin." Aera mengerutkan dahinya seraya melangkah mendekat dengan rasa pemasarannya.

"Project apa kak?"

"Buat ngelukis hasil foto Taehyung, trus mau diikutin pesta pameran bulan depan." Jimin menjelaskan sedikit tentang project yang dimaksud Taehyung.

Aera mengangguk-anggukan kepalanya. Taehyung yang berada disebelah Jimin kini menatap Aera penuh selidik.

"Lo sendiri ngapain kesini? Ada project juga?" Tanya Taehyung cepat tanpa jeda yang dibalas gelengan cepat oleh Aera.

"Nggak kok, gue.. gue cuma.. "

Tidak hanya Taehyung yang menunggu jawaban Aera, namun Jimin juga terlihat menanti untaian kata yang akan terucap dari bibir Aera selanjutnya.

"Gue cuma pengen main." Aera tersenyum canggung sambil mengelus belakang lehernya.

"Main?.. OH! Gue tau yang sebenernya!" Taehyung tampak tersenyum misterius membuat Aera sedikit melebarkan matanya bingung.

"Jim, buat diskusinya gue rasa besok aja. Gue pergi dulu ya, thanks, gue harap kita bisa kerja sama dengan baik kedepannya."

"Yaudah ketemu lagi besok."

Taehyung mengangguk lantas melenggang pergi. Namun baru selangkah Taehyung melewati Aera, ia berhenti dan berbalik.

"Lo ikut gue!" Ucap Taehyung seraya menarik kerah baju bagian belakang Aera membuat mata gadis itu sontak melebar tidak terima dengan perlakuan Taehyung.

Begitu juga dengan Jimin yang kini tengah memandang keduanya dengan bingung. Aera baru sampai lho, tetapi Taehyung tiba-tiba menyeret gadis itu untuk ikut bersamanya.

"Loh loh kak! Gue masih ada perlu disini sama kak Jimin." Protes Aera berusaha lepas dari tarikan Taehyung.

"Ngapain? Lo bilang cuma main kesini, gak ada main-main! Ikut gue balik." Tegas Taehyung kembali menarik Aera, masih dengan menarik kerah bajunya.

Tangan Aera bergerak seolah ingin menggapai Jimin yang sedang melongo melihat interaksi dua orang yang perlahan lenyap dibalik pintu.

"Kak apaan sih! Gue mau ketemu kak Jimin ih!" Aera merengek kala Taehyung masih terus menarik dirinya, bukan kerah bajunya lagi tapi sudah beralih menarik lengannya.

"Nggak boleh!"

"Lo kok kayak kakak gue sih! ngelarang-ngelarang gue ketemu kak Jimin!" Jelas kakak yang dimaksud Aera adalah Jungkook.

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang