Taehyung mengajak Aera ke sebuah tempat dengan membonceng gadis itu dengan motornya, setelah tadi sempat menarik gadis itu secara tiba-tiba sehabis kelas, membuat Aera kebingungan namun tetap mengikuti Taehyung. Aera sedari tadi tidak henti-henti menanyakan kemana pemuda itu hendak membawanya.
Seperti sekarang, bunyi kendaraan di jalan raya yang saling bersautan membuat Aera berteriak pada Taehyung yang tengah fokus menyetir.
"KAK!"
"IYA?!" Sahut Taehyung sama-sama berteriak.
"LO MAU BAWA GUE KEMANA SIH KAK?"
"HA?!"
Taehyung sedikit memiringkan kepalanya yang berlapis helm kebelakang agar dapat mendengar ucapan Aera.
"LO MAU BAWA GUE KEMANA?!"
"BENTAR LAGI."
Aera menganga bingung.
"GUE NANYA, LO. MAU. BAWA. GUE. KEMANA KAK?!"
"APAAN GAK DENGER?!"
"Budeg!" Kesal Aera karena Taehyung tidak juga mendengar perkataannya.
"GAK JADI!" Teriak Aera mengakhiri percakapan yang sama sekali tidak menyambung.
Diam-diam Taehyung tertawa. Sebenarnya pemuda itu mendengar apa yang diucapkan Aera, hanya saja ia sengaja menjahili gadis itu. Taehyung juga sudah berpikir dua kali, mungkin kalau ia memberitahu Aera hendak kemana, gadis itu akan meminta turun sekarang juga.
Lima menit kemudian motor Taehyung berhenti tepat didepan sebuah cafe. Dari luar tempat itu terlihat cukup ramai. Beberapa mobil juga motor besar tampak terparkir dipelataran. Aera langsung turun dari motor Taehyung sembari melepas helm yang dipinjami pemuda itu. Sempat Aera merasa penasaran, dari mana Taehyung mendapatkan helm perempuan ini. Tapi setelahnya, Aera baru ingat tentang reputasi pemuda itu. Mungkin Taehyung sengaja menyiapkan satu helm untuk diberikan pada teman kencannya.
Setelah melepas helmnya, Aera langsung mengangsurkannya pada Taehyung dengan mata yang tidak lepas mengamati cafe didepannya. Dari luar sudah terlihat kalau cafe tersebut bisa dibilang cafe mahal.
"Kak ngapain kita kesini?" Tanya Aera penasaran.
Setelah meletakan helm diatas motor, Taehyung melambaikan tangan mengajak Aera untuk mengikutinya.
"Ntar lo juga bakal tau."
Ketika baru saja kakinya melewati pintu kaca cafe, seketika tebakan Aera tentang tempat ini terbukti benar. Desain interior cafe ini terlihat cukup elegan dan berkelas dengan nuansa cokelat dan hitam. Netra Aera pun berganti mengamati orang-orang yang duduk memenuhi bangku cafe. Aera mengeryit menyadari style pakaian yang di kenakan orang-orang disekelilingnya, sangat mencerminkan anak berandalan yang sedang nongkrong. Tapi apa iya? Mereka nongkrong di cafe mahal seperti ini?
"Lo Taehyung kan?" Salah seorang dari mereka bangkit berdiri dan menghampiri Taehyung dan Aera yang tengah berdiri ditengah cafe.
"Yoi. Masih inget gue ya ternyata?" Taehyung dan sosok pemuda didepannya saling berjabat tangan membuat Aera mengerutkan dahi penasaran.
"Gimana gue gak inget? Orang hampir tiap hari lo dateng buat nyamperin Jungkook ngajak ngerjain project."
"Nggak tiap hari juga anjir. Pas ada tugas project kelompok aja gue nyusulin tuh anak kesini. Btw lo..."
"Gue Mingyu." Seolah paham pemuda itu menyebutkan namanya membuat Taehyung mengangguk sembari tersenyum.
Pemuda bernama Mingyu itu menoleh ke samping Taehyung saat menyadari pemuda itu tidak datang sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
FanfictionAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
