42. She's Crazy

4.9K 671 117
                                        

Jungkook terus mengedarkan pandangan ke sekitar salasar. Mencoba mencari entitas gadis yang ditunggunya sedari tadi. Sudah terhitung lebih dari satu jam, namun batang hidung Aera belum juga terlihat. Jungkook kembali mengecek ponselnya, mana tau Aera sudah menghubunginya karena ada kelas tambahan ataukah ada urusan himpunan. Nihil. Tidak ada notification dari Aera sama sekali. Ponselnya hanya penuh dengan notification chat tidak penting dari teman balapan, dan grup himpunannya.

Jungkook memutuskan untuk menelfon Aera. Sembari mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran menunggu panggilannya terangkat. Namun, sampai dering terakhir Aera belum juga mengangkat panggilannya.

Jungkook berdecak. Ia bangkit lalu berjalan menuju ruang tempat kelas terakhir Aera hari ini sembari terus menelfon gadis itu. Sesampainya di ruangan yang ia kira adalah ruang kelas Aera, Jungkook mengintip dari celah pintu dan mendapati ruangan itu sudah kosong. Kerutan di alisnya mulai terlihat.

Maniknya kemudian menangkap seorang mahasiswa yang hendak berjalan melewatinya.

"Woy, lo kenal Aera?"

Mahasiswa itu berhenti dan menoleh pada Jungkook. Ia tau dengan pemuda yang baru saja memanggilnya. Siapa sih yang tidak kenal dengan seorang Jeon Jungkook?

"Iya kak, tadi satu kelas juga."

Sebelah alis Jungkook terangkat.

"Udah selesai kelasnya?"

"Udah kak dari tadi malah."

Jungkook sempat berpikir sejenak.

"Oh yaudah."

Mahasiswa itu menunduk sebentar lalu kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Jungkook yang tengah berkacak pinggang dengan satu tangan, sedang yang satunya lagi memegang ponsel. Tak henti-henti mengecek layar ponselnya tersebut.

Kemana perginya gadis itu?

Jungkook mulai mengitari seluruh kawasan kampus, mencari sosok Aera. Hari sudah hampir sore, Jungkook menghela napas gusar karena tidak juga menemukan entitas Aera. Akhirnya ia memilih menunggu disamping mobilnya, mengamati setiap mahasiswa yang melewati area parkir. Sampai sebuah tepukan membuatnya menoleh dengan malas.

"Lo ngapain?" Hoseok menatap Jungkook heran. Pasalnya jarang sekali Hoseok melihat sahabatnya itu berdiam diri seperti orang bodoh disamping mobil seperti ini.

"Gue nungguin Aera."

Kerutan halus didahi Hoseok muncul.

"Aera? Kayaknya tadi gue liat dia udah kesini dari sejam yang lalu."

Punggung Jungkook seketika menegak, alisnya berkerut penasaran.

"Serius lo?"

"Iya, orang gue tadi liat dia ngintip-ngintip mobil lo pas gue buru-buru ke kantor rektorat."

Jungkook menatap mobilnya sendiri, pikirannya mulai berkelana.

"Tapi, lo nggak liat abis itu dia kemana?"

Hoseok menggeleng.

"Kan udah gue bilang tadi gue buru-buru cuma liat sekilas."

Jungkook menghela napas. Telunjuk dan jempolnya memijat pangkal hidungnya. Hoseok yang melihatnya menyipit.

"Emang dia nggak ngabarin lo lagi dimana gitu?"

Jungkook menggeleng sekali.

"Gue telfonin nggak diangkat malah."

"Udah coba lo cek ke kelasnya? Tanyain ke temennya?"

"Udah."

"Udah lo cari keliling kampus?"

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang