15. Pampered

6.8K 762 94
                                        

"Aera!"

Langkah ketiga orang tersebut terhenti kala mendengar suara panggilan yang cukup nyaring berasal dari belakang mereka. Mereka sama-sama berbalik, dan salah satu diantaranya langsung mendesah kala menyadari siapa sosok yang tengah berjalan ke arah mereka dengan gaya modeling-nya. Melenggokan tubuhnya seolah dirinya sedang berjalan diatas catwalk.

"Orang ini lagi." Gumam Hyuna jengah yang langsung mendapat senggolan di lengannya oleh Lia.

"Kalian apa kabar? Lama nggak ketemu ya, gue abis cuti dari luar kota." Ucap Hyorin yang sudah berdiri tepat dihadapan Aera, Lia dan Hyuna.

Perempuan itu berbicara dengan gaya anggunnya sambil menyibak rambutnya ke belakang.

"Baik kok kak," jawab Aera sekaligus mewakili kedua temannya yang sepertinya tidak berniat menjawab, hanya menganggukan kepala mereka.

Hyorin mengangguk-angguk seraya tersenyum.

"Kalian mau ada kelas ya?"

"Iya ad—"

"Udah kelar kok kak." Hyuna memutar bola matanya saat ucapannya diputus oleh Aera.

Sungguh kalau boleh jujur, Hyuna sudah muak dengan Hyorin. Tidak hanya Hyuna, Lia yang awalnya sangat antusias dengan Hyorin pun merasa kalau kakak tingkatnya itu mulai overconfidence. Bagaimana tidak, dimanapun mereka bertemu, disituasi apapun mereka sedang berbincang, pasti topiknya selalu sama. Hyorin yang membangga-banggakan dirinya sendiri.

"Enak dong abis ini bisa langsung pulang?" Hyorin tertawa kecil begitu pula Aera.

"Iya kak ini kita mau mampir ke timezone." Ucap Aera yang membuat Lia mendelik, bagaimana kalau Hyorin meminta ikut dengan mereka?

"Oh gue sebenernya cuma mau ngasih ini ke kalian, oleh-oleh kecil." Hyorin mengangsurkan sebuah paper bag yang sudah ia bawa sedari tadi kepada Aera namun dengan cepat disahut oleh Lia.

"Makasih kak Hyorin."

Gadis yang semula terlihat dongkol seperti Hyuna mendadak tersenyum semangat dengan mata yang berbinar setelah menerima bingkisan dari Hyorin. Sedangkan perempuan dengan rok span itu tertawa kecil.

"Eh iya! Gue sekalian nitip buat kakak lo ya Ra. Gue belom sempet ketemu sama dia, kayaknya lagi sibuk banget Jungkook." Hyorin mengangsurkan bingkisan lain dengan ukuran yang lebih kecil kepada Aera.

"Sebenernya kak Jungkook nggak sibuk kok kak, orang biasanya aja nongkrong dia."

"Ohya?" Hyorin menaikan kedua alisnya.

Aera mengangguk.

"Iya kak, mau gue bilangin apa kalo kakak mau ketemu?" Tawar Aera yang langsung dibalas oleh gelengan cepat oleh Hyorin.

"Gausah gausah, nanti dia pasti bakalan nelfon gue. Harusnya dia udah tahu kalo gue udah balik hari ini, dia kan diem-diem suka ngepoin gue kan ya? Palingan dia juga udah kangen sekarang, nggak curhat-curhat lagi ke gue. Nanti biar dia duluan aja deh yang ngajak ketemu, males gue kalo ngajak duluan. Yaudah deh ya, gue duluan Aera, Lia, Hyuna!"

Hyorin berbalik seraya melambaikan tangannya— berjalan menjauh dari tiga orang yang memandangnya dengan tatapan yang berbeda-beda. Aera dengan senyum terpaksanya, Lia dengan senyum seadanya, dan Hyuna yang hanya memandang datar.

Setelah Hyorin sudah jauh dari pandangan mereka, terdengar helaan napas dari Aera. Tidak, bukan hanya Aera, tetapi juga Lia.

"Sumpah ya, kalo nggak dibawain oleh-oleh, gue mana tahan dengerin ocehan dia." Kesal Lia yang tengah mengintip isi bingkisan ditangannya.

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang